AKU INDONESIA

I AM

image
Hello,

I'm Mahapatih Anton

Saya seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Saya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

"Saya Ingin Memperbaiki Indonesia, kata-kata ini lebih tepat untuk saya gunakan. Kita tidak lagi mungkin me-Revolusi sebuah Indonesia yang sudah menjadi bangsa (nation) kuat dari semua aspek. Kita hanya perlu Reparasi (memperbaiki) komponen-komponen yang rusak dengan komponen-komponen yang baru dan canggih. Dan saya adalah bagian dari komponen itu". Yang Copas [Copy Paste] isi blog ini tetap harus menghargai hak intelektualitas blog ini.


Workshop
Workshop Multimedia

Div. Humas POLRI - Narsum

Workshop Filmmaking, Broadcast & Multimedia

Kominfo Padang Panjang - Narsum

Workshop Content Program TV

Pustekkom-Kemendikbud - Narsum


Experience
Mahapatih Indonesia

CEO/Sutradara

AGBI

Ketua Umum 2013 - 2018

Freelancer

Creative Design Program TV, Penulis (Buku, Novel).


My Skills
Design & Editing
TV Programming Concept
Workshop & Guest Lecturer
Consultant Broadcast TV & Film

208

Awards

1800

Happy Partners

5964

Projects Done

5800

Film & Video

WHAT CAN I DO

Web Audio Visual Content

Membuat konten untuk tayang web series atau non series

Workshop & Courses

Sebagai Mentor, Pemateri dan Narasumber

Graphic Designer

Menciptkan konten visual mulai dari logo sampai branding

Writer & Scriptwriter

Penulis buku seni/media audio visual, novel & puisi. Penulis cerita film, drama tv & program non drama tv

Filmmaking

Sutradara, producer & scriptwriter

Consultant TV & Film

Menjembatani dan mengkonsultani bidang broadcast tv dan film

LITERASI & SOME OF WORK

Negeri Serius Yang Lupa Serius

Sore itu si Mbah kedatangan tamu tiga orang laki-laki muda yang sedang gandrung pada cucunya Si Mbah yang cantik itu. Kuncung yang tengah berleyeh-leyeh di teras rumah Si Mbah langsung ngibrit ke sawah memanggil Si Mbah. Tak lama Si Mbah pun ngucluk pulang bersama Kuncung.
“Kalian ini siapa?” Kuncung dengan gagahnya menanyakan kepada tiga laki-laki terebut.
“Aku Darto...”
“Aku Parto..”
“Aku Narto..”
“Mau apa kalian?” tanya Si Mbah
“Ingin meminang cucumu Mbah..” bertiga serentak kompak seperti trio kwek-kwek

Raut muka Kuncung dan Si Mbah terkaget, sebab tak ada angin tak ada hujan laki-laki muda itu datang mendadak seperti petir yang menyambar begitu saja. Sejenak Si Mbah memasuki rumahnya untuk sekedar menaruh peralatan sawahnya, sambil memikirkan kira-kira hal apa yang akan dia berikan agar laki-laki muda itu tidak berantem berebut cucunya Si Mbah seperti negeri ini yang selalu serius menghadapi persoalan.

“Ehemmm... jadi kalian ini mau melamar cucuku si Jamilah”
“Iya betul...”
“Betul Mbah..
“Bener banget...”
“Cung kamu tolong ambilkan pitik yang ada di dalam kandang, bawa kemari”
Kuncung pun menyegerakan mengambil ayam yang ada di dalam kandang. Meski dengan susah payah, tapi Kuncung berhasil menangkap satu demi satu ayam tersebut.

“Mbah berapa ayamnya yang diambil..!!!” teriak lantang Kuncung dari dalam kandang
“Tiga saja Cung...”

“Ini Mbah ayamnya...”
“Kalian bertiga, tolong bawa ayam ini dan silahkan sembelih ayam ini tanpa ada yang tahu siapa pun..”
“Baik Mbah..”
“Iya Mbah..”
“Siap Mbah..”
“Wah, guampang banget Mbah.., aku boleh ikutan ndak?” Tanya Kuncung sambil sedikit membisik ke Si Mbah. Mata Si Mbah pun mendelik kaget menatap Kuncung.
“Sana ambil ayamnya..” pekik Si Mbah

Darto, Parto dan Narto pun bergegas pulang membawa ayam Si Mbah, tak luput pula Kuncung yang ngibrit secepat kilat membawa ayam jago kesayangan Si Mbah untuk disembelih.
“Ingat... sembelih ayam itu tanpa ada yang tahu siapa pun..!!!” Si Mbah lantang mengulanginya.
“Baik....iya.. siyap.. oke...!!!” Serentak suara itu meninggalkan petang hari di teras Si Mbah.

Esok hari pun semua telah berkumpul dan melaporkan semua yang telah dilakukannya, bersama ayam masing-masing.
“Mana ayammu Dar..”
“Ini sudah mati sudah saya gorok.., aku jamin tak ada seorang pun tahu sebab aku nyembelihnya di bawah kolong tempat tidur”
“Kamu Par..”
“Sudah mati sudah saya sembelih, tadi minta bantuan adikku.., karena takut aku sendirian masuk rumah kosong suwung. Tapi sumpah Mbah yang tahu cuma adikku”
“Kamu Nar..”
“Udah donggg... nih ayamnya, kalau aku sih nyembelihnya di kamar yang aku kunci rapat tak ada yang tahu siapa pun”
“Aku ya sudah Mbah...” Kuncung yang datang terlambat sambil berteriak meyakinkan Si Mbah..
"Kapan kamu nyembelihnya, tadi malam kamu masih ngopi sama saya?"
"Justru itu, aku nyembelihnya tengah malam di tengah kuburan. Tak jamin tidak ada yang tahu siapa pun itu..."

“Hahahhahaa..” Si Mbah terbahak ngakak, mereka berempat pun saling clingukan menatap wajah masing-masing untuk meyakinkan kesalahan yang mereka lakukan.
“Mbah... kok tertawa..”
“Iya Mbah.. kenapa”
“Kenapa Mbah..”
“Saya bilang, tolong bawa ayam ini dan sembelih tanpa ada siapa pun yang tahu” Ucap Si Mbah.
“Sudah Mbah..”
“Iya sudah, eh aku ada adikku yang tahu ding..”
“Aku ya sudah..”
“Kamu Cung gimana?”
"Lha ini..." Kuncung segera menunjukkan ayamnya kepada Si Mbah. Pun membuat Si Mbah makin terbahak melihat mereka berempat.

“Hai.. kalian ini punya Tuhan tidak? Mana ada kalian menyembelih ayam tanpa ada yang mengetahuinya, tidak mungkin bukan? Tuhanmu Maha Tahu apa yang kalian lakukan, aku kira kalian hendak mengembalikan ayamnya dengan tantangan ini, ternyata ndak. Jadi kalian semua batal menikahi cucuku Si Jamilah”
Darto, Parto dan Narto pun hanya melongo mendengar penjelasan Si Mbah.

“Iya juga ya Mbah..” Kuncung menyahutinya

“Kalian ini meremehkan Tuhan, apalagi pada saat sendiri seolah tanpa ada yang melihat. Kalian lantang meneriakkan asma Tuhan, tapi hati kalian tak bersama Tuhan. Mending kita ngopi aja ya.. biar kalian tidak serius menghadapi hidup.. Cung buatkan kopi untuk Darto, Parto dan Narto biar tahu rasanya kopi winey yang tidak memabukkan..”
“Siap Mbah...”

Cermin (Cerita Mini) oleh Mahapatih Anton

SPIRITUALITAS AGAMA CINTA


Jika tulisan ini masih saja kamu anggap ini adalah pembelaan atas rentetan peristiwa (#JANGANSURIAHKANINDONESIA) yang belum jua reda, artinya hatimu belumlah luas seluas kalam tauhid yang telah kamu bela berjilid-jilid. Agama islam yang jika kita maknai secara kalimat kurang lebih demikian, “islam” bermakna damai atau perdamaian. Itulah mengapa sebab islam diturunkan dipaling akhir bersama kitab al quran, berbeda dengan yang sama-sama agama samawi (agama yang diturunkan dari langit) seperti yahudi dan nasrani. Islam membawa pesan damai bagi semesta alam. Kenapa islam di daratan Timur Tengah menjadi petaka (perang saudara seiman) bagi mereka, berarti islam bukan agama damai dong? Iya juga ya... hehehe...

Apa yang mereka perebutkan sebenarnya?

Tidak lain dan tidak bukan adalah soal “klaim kebenaran”, dan yang paling kentara adalah soal jatah kekuasaan, mereka saling mengklaim berebut kebenaran hingga berujung pada keonaran, mereka saling menjatuhkan satu suku dengan suku lainnya hanya ingin menguasainya. Inilah kelirunya, mereka memaknai islam bukan lagi agama damai tetapi menasbihkan diri bahwa islam agama paling benar (sebagai hipotesa awal).

Kita telusuri yuk sambil ngopi...

Dalam catatan sejarah orang-orang khawarijlah yang pertama kali memainkan islam menjadi sebuah politisasi lacur, di mana bermula pada saat Rasul selesai memenangkan peperangan dan mendapatkan harta rampasan kemudian membagi secara benar. Di anatara mereka ada yang memprotes “Rasul Anda ini tidak adil membaginya” hingga membuat Umar ibn Khatab marah dan ingin menghunuskan pedangnya sayangnya Rasul melarangnya (Al hadits). Kaum Khawarij ini berlanjut hingga zaman Ali bin Abi Thalib, semula justru khawarij ini adalah pendukung Ali bin Abi Thalib namun akhirnya menjadi penentangnya, pun hanya karena ketidak puasana kekuasaan. -- Mereka disebut Khawârij karena keluar dari ketaatan kepada pemimpin (يخرجون من طاعة الامام), kemudian meninggalkan mereka dan jamaah (تركوا الائمة وخالفوا الجماعة). Awalnya adalah protes terhadap kebijakan pemimpin seperti dilakukan Dzil Khuwaishirah kepada Nabi. Giliran berikutnya berontak terhadap pemimpin seperti dilakukan Abdullah ibn al-Kawwa’ dan gerombolannya kepada Ali RA.

Kembali kepada makna islam, pesan besar dari islam sendiri adalah damai atau perdamaian atau keselamatan, sebagaimana islam diambil dari kata “salama” yang berarti keselamatan/kedamaian. Kok kenapa kamu hanya sibuk memaksakan kebenaran kepada semua makhluk di muka bumi ini, tidak menebarkan kedamaian. Kenapa ini? Ada apa ini?

Spiritualitas Agama
Mestinya agama haruslah menjadi spirit (semangat) yang menjelma dalam laku lampah hingga lazim dikatakan spiritualitas. Kita telah sering mengatakan kepada orang yang taat beragama dengan sebuatan orang tersebut mempunyai spiritulitas yang tinggi, bisa jadi memang ia memiliki ketauhidan yang tinggi. Jika memang demikian adanya, maka semestinya pandangan hidupnya terus semangat dalam berbagai aspek kehidupan. Spirit kasih sayangnya menebar bukan sebaliknya yakni menebar kusut sayat pada hatinya, isinya hanya menebar benci dan peperangan di negeri damai ini.

Apakah yang sesungguhnya kamu perebutkan dalam agamamu?

Bila agama adalah spiritualitas final maka seharusnya kita sudah tak memerlukan apa-apa, kecuali perjumpaan kita denganNya. Tak ada lagi kemudian memaksakan kebenaran apalagi keyakinan agama, tak adalagi caci maki antar sesama, tak ada lagi ketakutan-ketakutan (misal takut nanti golongan islam ini berkurang atau misal negeri ini berubah agamanya menjadi bukan islam oleh karena jajahan negeri asing) kok ya takut sih...? Padahal bentuk ketakutan-ketakutan semua itu, sama halnya kamu tak meyakini Zat Kekuasaan Allah Rabbul ‘Izzah, kamu tak meyakini Zat Keesaan Allahu Ahad. Lalu dimana letak ketauhidan dan spiritiulitas agamamu.

Wallahu a’alam
Mari ngupi menikmati indahnya dunia menuju ridlo ilah rabbi... srrrtttt... kopi Lembang ini memang mantap.
Sumber bacaan : https://geotimes.co.id/kolom/agama/lelaki-pemrotes-nabi-dan-khawarij-zaman-now/
http://www.nu.or.id/post/read/80943/demokrasi-kaum-khawarij

Penerapan Kreativitas Dalam Seni Audio Visual


Pada penjelasan sebelumnya sudah penulis paparkan dari 14 subsektor yang ada pada definisi industri kreatif teradapt 7 yang menjadi bagian dari seni Audio Visual. Ketergantungan manusia pada sebuah tampilan (konten) audio visual telah merambah ke semua sektor kehidupan. Semisal pada bidang pertanian, Anda para broadcaster dan filmmaker dapat membuat sebuah konten berupa dokumenter tentang keseharian para petani dalam menanam dan membudidayakan tanaman padi sebagai makanan pokok. Kelihatannya biasa saja ketika Anda mencoba menggarap konten audio visualnya, bahkan mungkin Anda pun tidak tertarik. Tetapi sebenarnya konten dengan jenis yang spesifik (hanya jenis padi) jauh lebih menarik dan diperlukan di masa-masa mendatang.

Setelah Anda melakukan penggarapan konten audio visual, Anda kadang berfikir apakah nanti konten tersebut akan tayang di televisi nasional? Pandangan semacam itu mulai sekarang harus Anda ubah jauh-jauh, hari ini semua platform digital telah mendukungnya Anda tinggal memilih hendak menayangakan program tersebut di mana dengan platform apa pun tersedia cukup luas. Sejarah panjang National Graphic Chanel, awalnya adalah Yayasan National Geographic didirikan di Amerika Serikat pada tanggal 27 Januari 1888 oleh 33 orang yang tertarik meningkatkan pengetahuan geografi mereka. Namun Pada bulan September 1997, National Geographic Channel pertama di dunia diluncurkan di Eropa dan Australia. Bulan Juli 1998, National Geographic Channel Asia diluncurkan atas kerjasama dan distribusi dengan STAR TV (sebelum menggantikan NBC Asia Channel. Hal yang sama terjadi pada NBC Europe tahun 1998). Hari ini, saluran tersebut dapat ditonton di 143 negara, 160 juta rumah dan dalam 25 bahasa.

Ide-ide kreatif tidaklah muncul begitu saja, namun ada aspek-aspek yang mempengaruhi tumbuhnya kreativitas itu sendiri. Aspek-aspek kreativitas menurut Ellis Paul Torrance dalam teori Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT) (dalam Heinkel, 2002) adalah:

a. Fluency (Kelancaran)
Fluency atau kelancaran mengacu pada sejumlah besar ide, gagasan, atau alternatif dalam memecahkan persoalan. Kelancaran menyiratkan pemahaman, tidak hanya mengingat sesuatu yang
dipelajari.

b. Flexibility (Fleksibilitas)
Fleksibilitas mengacu pada produksi gagasan yang menunjukkan berbagai berbagai kemungkinan. Fleksibilitas melibatkan kemampuan untuk melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda serta menggunakan banyak strategi atau pendekatan yang berbeda.

d. Originality (Keaslian)
Keaslian melibatkan produksi dari gagasan yang tidak biasa atau unik. Keaslian juga melibatkan penyampaian informasi dengan cara baru.

c. Elaboration (Elaborasi)
Elaborasi adalah proses meningkatkan gagasan dengan membuatnya menjadi lebih detail. Kejelasan dan detail tambahan akan meningkatkan minat dan pemahaman topik tersebut.

Setelah semua tercirikan, Anda pun akan memulai sebuah penerapan bagaimana sebaiknya ketika Anda membuat konten dan setelahnya memancarluaskannya sehingga konten yang Anda garap betul-betul bermanfaat bagi kehidupan dan eksistensi diri jualah yang akan terjaga.

oleh Anton Mabruri KN (Praktisi Broadcast tv, filmmaker dan penulis)

Kreativitas Dalam Seni Audio Visual


Kreativitas dalam seni audio visual ini menyangkut bersamaan dengan tumbuhnya industri kreatif yang tumbuh pesat dan merupakan cikal bakal revolusi industri 4.0. Industri kreatif di Indonesia kemudian didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Dari definisi tersebut, pemerintah kemudian membagi industri kreatif ke dalam 14 subsektor, yakni:
1. Periklanan: jasa periklanan, termasuk produksi material iklan, kampanye relasi publik, dll.
2. Arsitektur: berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, dll.
3. Pasar barang seni: perdagangan barang-barang asli, unik, dan langka lewat galeri, lelang, dll.
4. Kerajinan: berkaitan dengan kreasi produk dari tenaga pengrajin yang tidak diproduksi massal.
5. Desain: terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, dll.
6. Fashion: terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan aksesori mode lainnya.
7. Video, film, dan fotografi: produksi video, film, dan jasa fotografi, termasuk proses distribusi.
8. Permainan interaktif: kreasi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, edukasi, dll.
9. Musik: kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi rekaman suara.
10. Seni pertunjukan: konten produksi pertunjukan, misal opera, musik teater, drama, tarian, dll.
11. Penerbitan dan percetakan: penulisan konten dan penerbitan buku, majalah, koran, jurnal, dll.
12. Layanan komputer dan piranti lunak: layanan komputer, olah data, piranti lunak, dll.
13. Televisi dan radio: kreasi konten acara, transmisi konten, station relay, dll.
14. Riset dan pengembangan: penemuan dan penerapan ilmu dan teknologi.

Pembagian dan pendefinisian di atas menjadi sangat jelas tentang siapa saja yang paling banyak berperan dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) tentu adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia audio visual. Dari 14 subsektor 7 di antaranya berhubungan langsung dengan penciptaan seni audio dan visual.

Kompetensi dan keahlian yang diperlukan tidak semata untuk menjadi operator atau asisten pelaksana pada proses produksi di perusahaan media atau lembaga media audio visual, akan tetapi justru self production untuk ajang kampanye, kompetisi dan penjualan konten secara langsung. Hal ini tentu sesuai dengan tujuan awal SMK/MAK yakni menciptakan para wirausahawan muda sehingga mengubah tatanan bangsa yang konsumtif menjadi tatanan bangsa yang produktif.

Seiring digitalisasi dan konvergensi media, pilihan platform untuk konten siaran makin banyak, bervariasi dan mudah, bisa dilakukan oleh siapapun. Maraknya sosial media seperti Youtube dan juga streaming media, membuat setiap orang bisa secara mandiri menjadi broadcaster, filmmaker, clipper, animator, multimedia maker dan designer grafis. Kalian siswa-siswi SMK/MAK telah banyak melakukan penciptaan konten dengan baik karena memang sekolah kejuruan yang murni berbasis mencetak para ahli yang kompeten di bidang seni audio visual. Begitu pula pemahaman atas media analog (radio dan TV) harus dipadu dengan media digital.

Catatan pentingnya adalah bahwa konfigurasi industri seni dalam seni audio visual kini makin mengarah kepada industri konten, berbasis kreatif dan independen, tidak semata merupakan sebuah industri korporasi, maksudnya adalah industri besar yang mempunyai banyak karyawan terlebih dahulu baru melakukan kegiatan produksi. Era pemisahan antara platform radio, televisi, film, fotografi, animasi, desain komuniasi visual dan internet untuk hari ini sudah selesai, karena kini semuanya telah menyatu dalam platform digital.

Ruang lingkup seni audio visual juga bersifat holistik, intuitif berdasarkan taste [cita rasa] konten, dan telah menjadi industri audio visual yang menjanjikan dalam perkembangan ekonomi kreatif.

Oleh : Anton Mabruri (Praktisi Broadcast tv, filmmaker dan penulis)

Dasar-Dasar Kreativitas


Pendefinisian mengenai kreativitas itu apa, sebenarnya sudah banyak didefinisikan dan dari kesemuanya mengandung artian yang sama. Kreativitas adalah sebuah proses di mana individu mampu mendayagunakan bakatnya secara maksimal sebagai upaya mempertahankan diri dan lainnya adalah sebagai usaha mengaktualisasi diri. Kreatifitas menjadi pondasi umat manusia dalam mempertahankan eksistensi dirinya baik dalam pemenuhan kebutuhan hidup juga dalam hal pengakuan diri.

Definisi Kreativitas Menurut Para Ahli
Menurut Conny R Semiawan (2009: 44) kreativitas adalah modifikasi sesuatu yang sudah ada menjadi konsep baru. Dengan kata lain, terdapat dua konsep lama yang dikombinasikan menjadi suatu konsep baru.

Sedangkan menurut Utami Munandar (2009: 12), bahwa kreativitas adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya, kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unur yang sudah ada atau dikenal sebelumnya, yaitu semua pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh seseorang selama hidupnya baik itu di lingkungan sekolah, keluarga, maupun dari lingkungan masyarakat.

Menurut Barron yang dikutip dari Ngalimun dkk (2013: 44) kreativitas didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Guilford yang dikutip dari Ngalimun dkk (2013: 44) menyatakan bahwa kreativitas mengacu pada kemamampuan yang menandai seorang kreatif. 
Rogers (Utami Munandar, 1992: 51) mendifiniskan kreativitas sebagai proses munculnya hasil-hasil baru ke dalam tindakan. Hasil-hasil baru itu muncul dari sifat-sifat individu yang unik yang berinteraksi dengan individu lain, pengalaman, maupun keadaan hidupnya.

Demikian juga dreavdahl (Hurlock, 1978: 325) yang dikutip dari Ngalimun dkk (2013: 45) mendifinsikan kreativitas sebagai kemampuan untuk memproduksi komposisi dan gagasan-gagasan baru yang dapat berwujud kreativitas imanjenatif atau sintesis yang mungkin melibatkan pembentukan pola-pola baru dan kombinasi dari pengalaman masa lalu yang dihubungkan dengan yang sudah ada pada situasi sekarang. Kreativitas juga tidak selalu menghasilkan sesuatu yang dapat diamati dan dinzlai.

Menurut Jawwad (2004) dikutip dari Kemendikbud (2011: 28) kreativitas adalah kemampuan berpikir untuk meraih hasil-hasil yang variatif dan baru, serta memungkinkan untuk diaplikasikan, baik dalam  bidang  keilmuan,  keolah  ragaan,  kesusastraan, maupun bidang kehidupan lain yang melimpah.

Menurut Chandra (1994) dikutip dari Kemendikbud (2011: 28) kreativitas merupakan kemampuan mental dan berbagai jenis ketrampilan khas manusia yang dapat melahirkan pengungkapan unik, berbeda, orisinal, sama sekali baru, indah, efisien, tepat sasaran dan tepat guna.

Maslow (dalam Schultz, 1991) dikutip dari Kemendikbud (2011) menyatakan bahwa kreativitas disamakan dengan daya cipta dan daya khayal naif yang dimiliki anak-anak, suatu cara yang tidak berprasangka, dan langsung melihat kepada hal-hal atau bersikap asertif. Kreativitas merupakan suatu sifat yang akan diharapkan seseorang dari pengaktualisasian diri.

Kreativitas merupakan potensi yang dimiliki setiap manusia dan bukan yang diterima dari luar diri individu. Kreativitas yang dimiliki manusia, lahir bersama lahirnya manusia tersebut. Sejak lahir individu sudah memperlihatkan kecenderungan mengaktualisasikan dirinya. Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Harus diakui bahwa memang sulit untuk menentukan satu definisi yang operasional dari kreativitas, karena kreativitas merupakan konsep yang majemuk dan multidimensional sehingga banyak para ahli mengemukakan tentang definisi dari kreativitas dengan pandangan dan pendapat yang berbeda.


Oleh Anton Mabruri (Penulis, Praktisi Broadcast TV dan Film)

Gelagat Politik Rakyat

Boleh dong saya buka-bukaan soal bagaimana mencari ide yang benar-benar orisinal dan exelence. Hal pertama yang ingin saya ungkapkan adalah untuk kamu.. iya kamu.. yang hanya bisa mencibir prestasi saudara setanah air kita. Kamu lebih sibuk mencela dan mencari kesalahan. Ini ngomong apa sih..? hehehe... terus terang saya kesal dengan tingkah kamu yang tampak pintar tapi sebenarnya bodoh. Ini bicara seni (art) dua peristiwa sekaligus yang berselang hari, pertama soal karya bambu yang dibuat oleh seniman Yogyakarta dan yang kedua seremonial pembukaan Asian Games yang kebetulan melibatkan langsung orang nomor 1 di Indonesia. Kamu kira mencari ide asli itu mudah? Kamu kira membuat produk seni itu gampang? Salah satu pekerjaan/profesi yang tak lekang ditelan waktu adalah salah satunya seniman dan olahragawan. Maka jangan main-main dengan para seniman, lompatan ide dan gagasan bisa melampaui zaman.

Dari tangan seniman keduanya menjadi karya terhebat dan teragung yang dicipta oleh anak-anak negeri ini. Mengapa kamu susah untuk hanya sekedar bertepuk tangan atau mininal memberi senyum atas prestasi bagi mereka. Saya hanya ingin meyakinkan hargailah jerih payah orang lain apa pun itu (apresiasikan dengan rasa) bukan dengan kebencian. Jika ini terus menerus berlangsung maka jangan menyesali bila kita sampai detik ini masih dijajah dengan produk Luar Negeri. Ini semua karena kita miskin apresiasi, hanya bisa mencibir keberhasilan orang lain sementara tidak mau membenahi kekurangan diri. Tapi kenapa pula ketika WNA masuk ke sini pun kamu hujat dan kamu nyinyir, entahlah mau kamu itu apa.

Apakah kamu tak bisa bangga atas pencapaian karya anak negeri ini? Jangan jawab dengan "itu hal biasa". Jika rasionalitas alias kewarasan otak kamu tak lagi ada, maka sampai tujuh keturunan bangsa ini tidak akan maju. Benar juga kata salah satu capres “Indonesia tahun 2030 bubar.” Eh tapi jangan dulu bangga, saya tidak rela bila negeri ini juga diisi oleh opini/pendapat orang-orang yang hanya bersikap pesimis terhadap masa depan bangsanya salah satunya membangun opini “Negeri ini akan bubar tahun 2030”. Walau ini kalimat politis, namun bagi saya ini tidak etis. Pemimpin harus membangun narasi optimisme pada rakyatnya pada bawahannya bukan sebaliknya menakut-nakuti.

Kita boleh miskin harta, tetapi kita tidak boleh miskin optimisme (falamastaiasu - maka janganlah berputus asa). Bangsa-bangsa besar lahir dan keluar dari kemelut sebab mereka membangun narasi optimisme sikap. Ciri bangsa yang optimis, mudah sekali mengapresiasi karya dan tumbuh budaya simpati dan empati tidak memandang bulu. Pandangan politik dan ideologi boleh berbeda tetapi tujuan kita membangun peradaban Indonesia lebih maju haruslah menjadi tujuan utama.

Apakah kamu sudah berempati pada saudaramu di Lombok, tidak hanya sekedar meributkan status bencana?

Apakah kamu sudah mengapresiasi karya hasil jerih payah orang lain dengan cara tidak mencibir bila perlu kamu beri hadiah?

Apakah kamu sudah menanamkan optimisme sikap meraih masa depan? Berhentilah mencari kesalahan lawan, tapi tunjukan kekuatan karyamu untuk menunjukkan kita adalah kawan.

“jadi Si Mbah ini tetep golput”
“aku ndak jadi golput Cung”
“terus....”
“aku GOLFUD Cung..”

Aku masih optimis. Sembari mereguki kopi Solok Rojo.. enaknya... sssssrrrrrt...
#OptimismeSikap

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat