Ribetnya Birokrasi KITA...

Salah satu hambatan kita memabangun Indonesia adalah rumitnya birokrasi yang dibangun di Indonesia. Kita tentu masih ingat himbauan salah setu Gubernur Jakarta saat itu "kalau mau hidup dan tinggal di Jakarta ya harus punya KTP DKI", tapi pakah benar pada saat kita datang ke Jakarta dengan mudahnya kita membuat KTP. Tentu jawabnya tidak. Ada diskriminasi pelayanan soal pembuatan KTP bahkan cenderung rumit bila Anda tak kenal lingkungan apalagi tak pernah bergaul. Dipastikan saat Anda membuat KTP bisa ratusan ribu keluar dari kantong Anda, padahal biaya pembuatan KTP itu tak sampai 50 ribu. Kesulitan ini juga bukan hanya di alami di Jakarta di daerah lain pun mengalami hal sama.

Perhatikan dengan benar, sebenarnya pengurusan yang benar menurut saya seharusnya cukup satu pintu tak perlu berbelit. Harus ke Pak RT - Sekretaris RT - Pak RW - dan Kantor lurah. Mengapa sedemikian rumit, padahal kita semua lahir di Indonesia dan WNI yang mempunyai falsafah yang sama budaya yang sama kenapa harus rumit membuat KTP. Apa iya seorang RT & RW juga harus tahu juga, saya kira bila di kelurahan ada yang menangani khusus masalah pembuatan identitas ini tak perlu ada ke Pak RT & Sekretarisnya serta Pak RW. Yang terpenting adalah tercatat dan validitasnya dapat dibuktikan. "Ah soalnya kan banyak yang berulah juga..." inilah masalahnya, karena banyak pintu birokrasi yang dilewati sehingga mereka yang punya uang banyak dengan gampangnya bisa membuat KTP di mana saja tempatnya.

Sesungguhnya sistem yang dibangun di Indonesia tak sistematis dan taktis, saya akan angkat topi [salut] bila ada satu Kelurahan yang ingin membuat KTP dan surat yang lainnya cukup dengan satu pintu. Sadar atau tidak bahwa sistem yang berjalan sekarang adalah justru menghambat kemajuan Negeri kita sendiri. Cukup banyak Pengusaha yang ingin membuka usaha kuwalahan dan tidak jadi menanamkan modalnya karena berbelitnya sistem yang ada.

Bagaimana dengan program e-KTP, ini juga bukan jaminan selama sistem birokarsi masih seperti di atas sulit rasanya bangsa ini keluar dari kemsikinan dan kemelaratan. Banyak orang ingin maju tetapi karena ribet di sistem birokrasi mereke emoh untuk berurusan dengan mereka.
Previous
Next Post »

supported by