TERMINAL GUE

Di sudut stasiun. bang akil ngelantur menikmati lekukan-lekukan botol bersama tiga kawannya, keruwetan dan kerumunan massa di tengah pasar pecah. terdengar kabar lantang dari seorang gadis muda yang baru saja kecopetan. pekikkannya menggugah bang akil dan ketiga kawannya yang sedari tadi menenggak botol. ups... nyaris copet itu mampus di massa manusia sepasar. 
"ikut..., bangsat lo... beraninya sama cewek..." copet diseret diamankan ke sudut ruko-ruko kecil kumuh dikelilingi bak sampah. Aroma tengkik menyengat hidung, "bangsat lo.. lo tahu ini daerah gue, ngerti lo". 
Bang Akil menjatuhi bogeman ke muka si copet "ampuun... ampunn... ampun Bang.." si copet meminta ampun. "Hei... denger ya...!!!" berteriak lantang ke telinga si copet, gemetarlah si copet gagap ia menyahutinya "iiii...iii.. ya bang..." 
"Plak..." tamparan Bang Akil mendarat ke muka si copet "Anj**... lo ya, siapa yang nyuruh lo... jawab nying...?!!" 
Bang Akil mengahmpiri si gadis modis dan mengembalikan tas yang baru saja mereka selamatkan "nih mbak... hati-hati ya.." senyum menyungging kepada si gadis
"terima kasih.." gadis muda itu pun menyanjung senyum ke bang akil dan kawannya.

****terminal gue***
Previous
Next Post »

supported by