TERMINAL GUE...

sudah seminggu. perseteruan dua suku membuat terminal lengang, hanya disudut utara segerombol manusia mengerumun. malam-malam pun membisu, hanya bahakan-bahakan bang akil serta kawan-kawan yang setia menunggui. gelap tampak gelap sejumlah manusia dari lorong barat menyerbu deretan warung di ujung timur. bang akil dan 4 kawannya melerai hanya dengan "hai para anjing... ini daerah gue,". kebrutalan tak terelakan bang akil menandingi mereka hanya dengan belati di tangan kanannya, semua rusak bubrah namun semua kembali tenang. setelahnya ernyitan dahi dan kucuran darah yang bercecer.

****terminal gue***
Previous
Next Post »

supported by