Jangan Jadi Pengecut


Dunia maya sudah menjamah ke ruang-ruang pribadi dan sudah menjadi bagian alat komunikasi yang mudah namun bisa mengena pada sasaran. Siapa pun bisa membaca dan bahkan memiliki tulisan, image, video, dan multimedia lainnya dengan mudah dan tanpa syarat yang njllimet. Pada akhirnya setiap individu membuat akun dengan berbagai suguhan gambar baik gambar milik sendiri atau gambar dari tempat lain yang intinya ingin memperkenalkan siapa dirinya. Meskipun cara tersebut tidak dibenarkan dalam UU hak cipta namun siapa saja dengan bebas menggunakannya dan saya pribadi tidak mempermasalahkan. Tetapi saya menghindari.

Dibeberapa akun FB dan Tweeter banyak yang menggunakan identitas "anonim" [tak dikenal] dan dengan bebas berbicara seenaknya dan sekenanya sehingga menimbulkan fitnah dan konflik. Sesungguhnya ini cara seorang "pengecut" yang ingin mendapat pembelaan dan pembenaran, terlepas dari itu benar atau salah. Yang jelas hari ini ada beberapa akun yang tidak bertanggung jawab memperkeruh keadaan suatu masalah apalagi detik-detik menjelang Pilkada dan Pemilu dengan gencar dan mengejek salah satu calon tetapi identitas dirinya tak dimunculkan. Mirisnya lagi si akun ini selalu berdalih ini berdasarkan informasi dan pengamatan yang ada apalagi mengaku-aku dirinya dekat dengan anggota Intellejen serta Pengacara dan ahli-ahli lain dibidangnya. Kemudian memaparkan kejelekan dan fitnah menjatuhkan salah satu calon, terlepas dari ini benar atau salah yang jelas ini adalah sikap pengecut.

Himbauan untuk pengguna dunia maya, pemilik akun semacam ini [anonim] dengan foto dan identitas tak jelas jangan pernah diikuti opini dan penjelasanya apalagi diamini bahwa informasi yang disampaikan itu benar. Pengecut akan selalu bersembunyi dibalik penyembunyian identitas dan akan berbicara mengtasnamakan kebenaran. So berhati-hati...
Previous
Next Post »

supported by