Jangan Mendendam Dalam Setiap Peristiwa (Berhenti Memperolok)

"Sesungguhnya Kami memeliharamu dari tingkah buruk orang-orang yang memperolok-olokmu.." (Q.S. Al-Hijr: 95). 
Adalah ayat Perintah pada kanjeng nabi untuk tidak membalas setiap umpatan, cacian, hinaan. Karena ditegaskan bahwa Allah-lah yg menjamin kemuliaan Beliau dengan atau tanpa umpatan. Ayat itu juga menegaskan bahwa Kanjeng Nabi tidak pernah dan tidak diperkenankan membalas umpatan denga umpatan, hinaan dengan hinaan. Dengan cara itu kanjeng nabi menjadi PEMENANG.

Ini cara Alloh menegur Baginda Rasul agar selalu berbuat lembut dan ramah dalam menyikapi musuh-musuhnya. Ayat ini juga menunjukan bahwa Tuhan tak butuh pembelaan dari kita sebagai makhluk, apalagi sampai merusak dan mebinasakan makhluk lain yang tak salah dan tak tahu menahu. Emosi tak dapat menyelesaikan masalah dan kitalah yang rugi, betapa tidak kita dibuat sekonyong-konyong merajalela dengan merusak seluruh fasilitas yang tak ada kaitannya dengan inti masalah.

Dan mari kita belajar dari sejarah, sejak zaman Rasulullah s.a.w. dari perang Khandak, Uhud, Badar dan perang-perang yang tak tercatat dalam sejarah. Umat islam selalu menang dan hanya beberapa kali mengalami kekalahan, ini bukti bahwa terlalu kokoh melawaan umat islam lewat adu fisik. Sejarah pun terus bergulir hingga di zaman Khulafaurrasyidin, dari Umar Al Faruuq, Utsman bin Affan hingga Ali bin Abi Thalib ketiganya mati terbunuh dan semua meninggal karena fitnah adu domba antara pihak yang tak menyukai umat islam. Cara ini yang menjadi metode menghancurkan umat islam hingga kini, sampai kapan pun perlawanan fisik dengan umat islam tidak akan pernah menang. Maka mereka yang tak suka dengan islam akan mengadu domba dan akan menghancurkan lewat doktrinasi dan infiltrasi ajaran agama islam.

Pelajari juga di Indonesia bagaimana antar umat islam di adu domba, bahkan kita di brainwash dengan istilah terorist hingga dalam otak serta benak hati kita selalu berimajinasi bahwa yang melakukan ledakan bom dan teror yang lain adalah umat islam kalangan tertentu. Meski ini benar satu sisi ini adalah metode pengancuran umat islam lewat cuci otak dengan membentuk gerakan islam radikal. Maka sesungguhnya mencegah hal ini adalah dengan menghidupkan tradisi Islam Nusantara yang telah diajarkan oleh para pendahulu kita yakni para wali Alloh [wali songo] serta mempererat persaudaraan antar sesama.

Akhirnya mari berhenti memperolok [baca: mendendam dengan para musuh islam yang memusuhi islam dengan cara keji] biarkan, Alloh sedang memelihara kita untuk mencapai kemenangan.

oleh Anton Mabruri 
Previous
Next Post »

supported by