Menjaga Warisan Sejarah (Surat untuk Bupati di Brebes)


Di Brebes ada 3 PG [Pabrik Gula] warisan Belanda yakni PG Banjaratma, PG Kersana, dan PG Jatibarang. Hanya PG Jatibarang yang hingga kini masih beropersi, di daerah lain PG mungkin tak sebanyak di Brebes, bila sudah demikian ini artinya dahulu Brebes menjadi wilayah penting bagi perkembangan industri zaman penjajahan Belanda. Bahkan hingga di era orde baru pun masih menjadi hal terpenting dalam industri gula lokal. PG ini warisan dunia tapi terabaikan, saat ini ketiga PG tersebut cenderung tak terurus dibiarkan begitu saja tak ada pengelolaan apalagi berusaha mempertahankan warisan sejarah dunia ini. Miris memang, padahal jika Pemerintah yang ada di Brebes dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mau bekerja sama dengan Penanggung Jawab (pengurus) PG mengelola dengan baik, maka PG-PG ini bisa menjadi tempat wisata yang unik dan menarik serta menambah khasanah kekayaan Brebes serta menambah kantong-kantong devisa yang menggiurkan.

Kondisi yang sangat memprihatinkan adalah di PG Banjaratma, hampir seluruh peninggalannya menjadi sampah dan jarahan warga sekitar, beberapa dibiarkan melapuk dimakan rumput dan tumbuhan lumut pengurai. Berbeda dengan PG Kersana ini lumayan kokoh dan masih sedikit terawat meski seharusnya dipugar, dijaga dan diperbaiki lagi agar lebih terawat sesuai aslinya. Lebih aneh lagi adalah PG Jatibarang meski masih beroperasi, tetapi tak mampu menjaga bahkan memperbaiki komplek perumahan pabrik di sekitarnya yang merupakan bangunan sejarah warisan Belanda. Sebagian komplek perumahan malah dipoles dengan cat warna-warni yang tak sesuai dengan zaman bangunan itu berdiri. PG Jatibarang juga merupakan pabrik terbesar yang ada di wilayah Karasidenan Pekalongan, sayangnya tak diopeni dengan baik.


Jikalau melihat ketiga PG yang ada di Brebes kita pasti flashback membayangkan betapa Brebes adalah kota penting bagi bangsa Netherland [Belanda]. Sejarah membuktikan bahwa ketika PG-PG itu beropersai, Belanda menjadi negeri yang kaya raya dan mampu mensejajarkan dia dengan negara Eropa lainnya seperti Brasil dan Perancis yang memilki PG di sebagian besar berada di India. Sesibuk apa orang-orang Belanda di Brebes, kita hanya bisa membayangkan Brebes bisa dibilang kota bagi orang Eropa dan mungkin dikenal, bahkan di dalam catatan sejarah, orang Belanda menyebut Brebes dengan Baribis. Nah lo....

Apa sikap Pemerintah Brebes kini, hanya cuek dan tak acuh membiarkan warisan sekaligus simbol kehebatan telah lenyap dan pelan-pelan akan dimakan usia. Teruatama masyarakat sekitar PG harus proaktif menjaga warisan sejarah ini. Di negeri manapun warisan/peninggalan sejarah itu cukup diperhatikan hingga mampu menyedot wisatawan lokal maupun manca negara untuk berkunjung hingga memberikan peningkatan kesejahteraan bagi warganya.

Dari Anton Mabruri untuk Brebes
Previous
Next Post »

supported by