STOP BERI DONASI dan BUAT KOPERASI MINI MARKET....

Seringkali pada saat kita berbelanja di Mini Market [MM] dan Hyper Market [HM] setelah bertemu kasir untuk membayar sejumlah barang yang kita beli maka transaksi jual beli pun terjadi. Di sela-sela transaksi itu biasanya pada saat kita membayar sejumlah barang dengan sejumlah uang maka kita dapat kembalian, di antara kepingan recehan kita kadang diminta oleh kasir dengan nada pertanyaan seperti ini "seratus rupiahnya mau disumbangakan Pak?". Perlu diketahui seratus rupiah kelihatannya tak bernilai tetapi jika ini dikumpulkan hingga berjuta-juta diantara para pembeli maka akan terkumpul berjuta bahkan bisa bermiliar. Ini sangat menguntungkan bagi mereka pemilik MM dan HM karena jumlah dari donasi yang kita sumbangkan, bagi pengumpul berhak mengambil 10% dari total jumlah uang yang kita donasikan.
Misal saya kutip dari PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASER NOMOR 4 TAHUN 2015 BAB III Pasal 5 (3) Biaya operasional untuk usaha pengumpulan sumbangan dan penyalurannya berdasarkan keputusan dan kewajaran, paling banyak 10% (sepuluh persen) dari hasil pengumpulan sumbangan.
Huffttt... ini pembodohan dan memperkaya pemilik Mini Market dan Hyper Market, padahal tak satupun produk milik rakyat yang dijual di sana semua milik produsen kaya. Sungguh makin terpuruk ekonomi kita... belum lagi perhatikan sedikit demi sedikit pemilik MM dan HM ini menjual produk mereka sendiri dengan merek yang sama yang jauh lebih murah dan tak satu pun masyarakat kita dilibatkan untuk produksi atau minimal titip jual (titip edar). Sadar tak sadar kita sendiri yang menciptakan monopoli ekonomi, karena kita tak suka dan enggan membeli produk di warung kecil atau Koperasi.

Menurut saya inilah dua masalah yang sebaiknya untuk dihindari, dengan solusi yang pertama "stop memberikan donasi" lebih baik di rumah sediakan kaleng bekas atau "celengan" untuk menyimpan uang receh sisa hasil belanjaan dan jika sudah terkumpul silahkan berikan kepada lingkungan Anda yang membutuhkan. Atau disetiap lingkungan bentuk "gerakan uang receh" untuk kegiatan sosial dan membangun lingkungan ini jauh lebih baik, atau untuk membuat koperasi.

Yang kedua untuk menghentikan laju perkembangan MM maka disetiap RT/RW samapai desa buat koperasi MM yang menjual dan menyediakan barang dengan pelayanan yang sama kalau perlu jauh lebih baik. Koperasi MM ini nantinya bisa mengembangkan dan memberdayakan masyarakat sekitar untuk berpartisipasi produksi dan menjual produknya di dalam Koperasi MM dengan sistem titip jual (titip edar). Ini lebih menguntungkan dan lebih menyejahterakan masyarakat dan rakyat.


Bagaimana Anda tertarik? yuk.... kita bergerak dari kesadaran diri dan buat Indonesia ini menjadi lebih sejahtera dengan ekonomi kerakyatan yang adil dan merata.
Previous
Next Post »

supported by