Friday, 21 September 2012

Surat untuk Bupati di Brebes 2
Ada satu lelucon yang hingga kini menjadi ejekan bagi warga Brebes, lelucon itu adalah suatu ketika ada seorang buta yang akan pulang kampung ke jawa timur begitu seringnya bolak-balik hingga dia sangat hafal dari setiap daerah yang ia lintasi. Singkat cerita persis memasuki wilayah perbatasan Brebes tepat di daerah Losari sang pengemis nyelethuk kepada sang supir yang persis duduk di depannya "alhamdulillah akhirnya sampai brebes..." si sopir pun bingung dan bertanya "loh ko tahu..." "ya tahu lah wong jalannya aja begini rusak pating jaglug..." sang supir pun membisu menahan gelithikan Pak Tua buta itu.

Sudah sejak lama infrastruktur yang dimiliki terutama jalan Pantura tak pernah kunjung membaik, wajar bila akhirnya perusahaan milik Bakrie Group sangat berminat membangun jalan Tol yang melintas di sepanjang wilayah Brebes. Meskipun secara kasat mata ini baik tetapi sesungguhnya Jalan Tol yang ada itu mematikan perekonomian rakyat yang ada di tengah kota Brebes, di tambah Brebes belum bisa membangun pusat kota yang integral dan menyatu. Pusat kota yang menurut sebagian orang itu ada di alun-alun, padahal menurut saya di sana adalah pusat administrasi. Sejatinya Brebes tak punya kota, ini karena Brebes tak punya jalur lingkar yang memusat [integral] yang dengan mudah penduduk membangun peradabannya dengan mambangun perekonomiannya. Terobosan baru harus ada bagi Bupati yang baru ini, bila nanti terpilih. Setidaknya dia harus membangun pusat ekonomi kerakyatan dan membuat lokalisasi pusat oleh-oleh [industri perdagangan] Brebes yang menjadi daya tarik para pejalan yang melintas di daerah Brebes. Rata-rata dari mereka yang melintas di Brebes akan singgah sejenak untuk membeli oleh-oleh khas Brebes (telor asin dan bawang merah).


Bapak/Ibu Bupati juga harus tahu dan mempetakan mana tanah produktif untuk pertanian dan mana tanah yang produktif untuk peradagangan, industri dan pariwisata. Lihat dan perhatikan tanah sepanjang Pantura hingga kini hanya berisi onggokan ilalang dan rawa-rawa jika musim hujan tiba. Apakah tanah di sana tak dapat difungsikan sebagai perdagangan atau industri [pabrik] bukan dibiarkan terbengkalai begitu saja. Mengapa tanah-tanah subur dekat sungai pemali justru banyak dijadikan perumahan, padahal setahu saya tanah di pinggiran sungai pemali itu sangat baik untuk pertanian. Ini harus difikirkan betul...!!!

Pembangunan yang sekonyong-konyong akan membuat Brebes dalam keterpurukan yang dalam.

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat