Monday, 17 September 2012

Surat Untuk Bupati di Brebes
Menata kembali ke-Indonesia-an dalam hal ini m'bangun Brebes adalah lingkup terkecil dengan semangat optimisme yang tinggi tanpa melupakan sejarah. Mengingat begitu lemahnya daya saing yang kita miliki dibanding dengan ke dua daerah yakni Cirebon dan Tegal, Brebes tak memiliki daya saing yang kuat baik SDM (Sumber Daya Manusia) atau pun SDA (Sumber Daya Alam). Lantas apa yang kita andalkan dari Brebes? tak ada jawabnya, kecuali pemerintah kabupaten benar-benar membawa amanah dan mau bekerja keras membenahi kekurangan yang ada. Dari dulu hingga kini Brebes selalu Berhias dan tak pernah menampilkan sesosok yang mempesona dan indah. Pergerakan itu dimulai dari membenahi dan menata kembali tata nilai dan semangat untuk bangkit membangun peradaban. Pelan atau lambat bila pemerintah yang ada kini tak tanggap maka kita sepanjang abad akan tertinggal dari peradaban. Meski saya pesimis dalam membuat wacana ini, tentunya saya pribadi punya catatan khusus untuk tanah kelahiran saya.

Masyarakat Brebes cenderung pasif dalam melihat dan peluang masa depan yang dihadapi, karena sebagian besar warga Brebes itu hidup bertani, berlaut, berladang, dan berkebun, hanya sedikkit yang terpelajar dan terdidik kalaupun ada rata-rata mereka hidup dan menetap diluar brebes. Masyarakat yang pasif ini oleh pemerintah yang kidal [baca: nakal] dimanfaatkan dalam mendayagunakan aparatnya dengan kecenderungan mengambil untung [baca: untuk titik aman] hingga bertahun-tahun. Mengatasi masalah ini adalah harus ada kontrol dari seluruh elemen masyarakat baik yang ada di dalam brebes atau yang berada di luar brebes, berikan masukan yang positif dan terus menerus. Minimal dari lingkungan terkecil yakni keluarga kita, organisasi, lingkungan RT, RW, kelurahan, desa, kecamatan, dan kabupaten lakukan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan sebiknya juga pilih Lurah/Kepala Desa yang berwawasan visioner (kedepan).

Industri pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, dan pariwisata kita hampir tak ada yang bisa kita banggakan. Ini salah siapa? Salah kita semua yang mulai bersikap "emoh" untuk menata dan menjaganya, ambil contoh sudah berpuluh tahun lamanya industri pariwisata kita tak bisa membuat terobosan baru kecuali sangat bergantung pada pemerintah daerah. Benar menata itu rumit, tetapi konsekuensi dan konsisten mutlak diperlukan oleh pemerintah dalam hal membangun Brebes. Saya melihat brebes seperti negeri tanpa kendali pemerintah, masyarakat "enjoy" hidup sendiri dengan dan tanpa ada bimbingan dan arahan yang jelas dari pemerintah. Sebagai negeri agraris mestinya Pemerintah Daerah harus rajin memberikan penyuluhan bagi para petani dan nelayan agar bisa menghasilkan hasil panen yang baik dan memuaskan.

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat