Gejolak Senjata di Gaza

Menurut amatan saya gejolak senjata yang tengah terjadi di Timur Tengah [baca: perang Gaza dan Zionis] adalah bukan merupakan perang agama, sangat jelas ini adalah perang kepentingan (pengaruh) untuk mendapat daya dukung global dan menguntungkan pihak tertentu, utamanya dalam bidang ekonomi (baca: perminyakan). Teman diskusi mengatakan bahwa di Timteng hampir seluruh media menyalahkan langkah Hamas, karena dia memang berkepentingan menguasai minyak di Timteng bukan murni mengahancurkan Zionis. Sayangnya di Indonesia latah karena merasa satu keyakinan maka yang dibela adalah Hamas, padahal Hamas di Indonesia ini mirip seperti FPI dan islam radikal yang menghalalkan segala cara -(saya tak dapat membayangkan jika FPI dipersenjatai)- maka mungkin Indonesia akan seperti Palestina atau negeri Timteng yang lainnya.

Selama gejolak ini berlangsung, lihat...! apakah Liga Arab memberikan pembelaannya? mana Iran (Ahmadeinejad) katanya mau mengahabisi Zionis kali ini hanya diam. Karena merasa kepentingannya telah tercapai jadi dia tak kan banyak bicara lagi. Gejolak senjata ini adalah hanya Hamas dan Zionis tetapi yang menjadi korban adalah masyarakat sipil yang tak mengerti apa-apa, mendingan damai daripada konsekuensi yang dibayar harus mahal. Namun Hamas enggan, dia gengsi karena terlanjur sakit hati kepada Zionis maka cara apa pun akan dilakukan. Konon katanya Hamas ini adalah sekolompok orang yang tergabung dalam radikalisme global yang terdapat di Timteng, bisa dilhat Iraq, Suriah, Libiya dan negeri-negeri lain yang hancur saat ini, mereka dahulu singgah di sana dan mencoba memabangun Tirani tetapi tak kesampaian dan akhirnya melarikan diri membentukalah Hamas. Hamas ini juga pelan-pelan telah memasuki Indonesia, lewat gerakan-gerakan yang menamakan diri pembela islam yang kelewat keras.

Sebagai muslim saya cukup apresiatif terhadap teman-teman mahasiswa yang telah melakukan aksi unjuk rasa membela "gejolak senjata" yang terjadi di Timteng. Perlu di catat, sesungguhnya para Zionis menunggu kemarahan masyarakat Indonesia melakukan aksi besar-besaran dan merusak fasos/fasum (fasilitas sosial dan fasilitas umum) hingga negara ini menjadi Stag. Maka kesempatan berikutnya Zionis memborbardir Indonesia hingga kita kocar-kacir. Saya hanya mangajak teman-teman berfikir sebelum bertindak, sekali kita gegabah maka tidak menutup kemungkinan kita ini menjadi negera yang gagal.

Saya juga apresiatif karena negera yang pertama mengakui kedaulatan RI adalah Iran dan Palestina.
Previous
Next Post »

supported by