FENOMENA AKHIR TAHUN - OBRAL SURGA

Sepertinya surga menjadi barang murah meriah yang bisa dibeli oleh siapa saja, "memangnya surga itu punya mbahmu?" bisa dikavling-kavling kemudian diobral. Semoga kita semua tak terjebak dalam eforia pandangan satu golongan yang kemudian dengan latah mengatakan bahwa mengucapkan dan merayakan tahun baru itu adalah "HARAM" dengan alasan dalam hukum islam tidak ada perayaan semacam itu. Bukankah dalam islam pula tak ada ilmu politik, tata negera, ilmu pertanaian dan bercocok tanam tetapi semua itu dilakukan oleh Nabi saw sebagai upaya agar umat manusia yang hidup di dunia ini mencari bekal untuk kembali ke akhirat. Yang lebih konyol lagi ketika kita mengucapkan selamat natal, selamat hari raya galungan, selamat hari raya waisak, selamat hari raya nyepi semua itu dihukumi haram. Bukankah dalam satu ayat Alloh menciptakan makhluk ini berbeda, berpasangan dengan maksud agar diantara kita saling mengenal dan menghormati, karena ini juga ternayata ladang amal jika memang kita ingin berbuat baik.

Beberapa ada yang menawarkan surga [obral surga] bagi kawan-kawan yang tidak ikut serta merayakan tahun baru dengan fatwa tahun baru itu "haram" hukumnya... mereka yang merayakan akan masuk neraka karena dianggap berlebihan. Masuk surga atau neraka bukan makhluk yang menjamin, semua kehendakNya... dalil haram itu standar ganda yang bertujuan memecah belah umat manusia agar saling mengejek kemudian bermusuhan. Dalam hal apapun berlebihan [kaum musrifiin] itu dilarang oleh islam, ketika merayakan tahun baru islam hijriah dengan "berlebihan" pun menjadi haram hukumnya. Makan berlebihan pun begitu, ibadah berlebihan juga sama...

Kenapa ada makhluk yang menjamin surga bagi makhluk sedangkan itu hak prerogatifnya Gusti Alloh. Muhasabah amal [laku lampah] kita selama 1 tahun sebelumnya dan meniatkan kembali amal baik yang tertunda selama setahun kedepan jauh lebih baik dari pada berpesta pora tak karuan. "Innama a'malu binniyah"  [segala perbuatan itu tergantung niatnya] wong niat baik saja sudah menjadi nilai pahala bagi kita apalagi melaksanakannya... 

Semoga menjadi muhasabah. boleh setuju - boleh tidak - boleh sebagian
Previous
Next Post »

supported by