Monday, 15 April 2013

Indonesia membuncah
Bahwa jika kita melihat dan menelaah kejadian yang makin memburuk di negeri ini sesungghnya ada sebuah peran entah siapa? saya juga tidak bisa menebak apalagi menunjuk pada sebuah institusi. Lihat apa yang terjadi keseharian kita sudah dikelilingi oleh berbagai pemberitaan yang isinya adalah soal kekerasan dan peristiwa kemanuisaan. Peristiwa demi peristiwa seperti tak lazim terjadi dan sengaja diciptakan yang terbaru adalah kasus penyerbuan Cebongan yang kemudian dilanjutkan pengakuan dari satu komando pasukan khusus tanpa tedeng aling-aling (baca: malu). Di momen yang sama Sang Presiden selalu menebar pesona tentang ketakberdayaannya sendiri seperti misalnya menuding akan ada peristiwa kudeta. Atau sibuk mengurusi partai mempertahankan kekusaan. Simbol-simbol perpecahan disetiap daerah muncul tak senonoh baik yang real atau yang terselubung lewat produk undang-undang. Yang real adalah pengibaran bendera GAM sebagai kekuatan lama yang mencoba mencuatkan taringnya, rakyat disibukan dengan kenaikan harga sembako semisal bawang putih dan bawang merah. Perpecahan serta main hukum sendiri (baca: hukum rimba) lebih banyak ditegakkan yang kuat, yang kaya, yang berkuasa adalah raja yang dalam hal apa pun selalu menang.

Peristiwa penabrakan yang merenggut korban meninggal 3 orang yang dilakukan seorang anak menteri cukup vonis hukuman 5 bulan, dengan alasan yang kita tak perlu tahu. Tapi sesunggunya ini adalah simbol dimulainya hukum rimba. Juga masih banyak peristiwa lain yang sudah terekam dengan baik diberbagai media. Melalui media pula kehancuran adab suatu bangsa dimulai, bagaimana rakyat ini diarahkan ke sebuah pemberitaan yang isinya adalah kriminalitas sebagai pertanda bahwa etika dan norma mulai abai dan bukan hal yang mulia. 

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat