Tuesday, 14 May 2013

Politik Sapi
Terlepas dari pengaruh media dan black campign media tentang isu sebuah partai yang konon "islami" ini membuat saya semakin yakin bahwa negara ini tak perlu dipimpin oleh para mereka yang katanya islam. Islam macam apa yang sedang mereka pertontonkan? kerakusan dan kesenangan yang hanya menjadi kisruh bukan lagi pada substansinya yakni mencegah keburukan seperti "korupsi", alih-alih ini malah membela habis-habisan. Lalu muslim apa pula yang mereka anut? simbolisme berjenggot yang menjadi sunah nabi telah mereka sandang, "malu dong dengan jenggot". Hingga detik ini saya berkeyakinan bahwa islam adalah sebuah perilaku bukan simbolisme semata, bukti sudah di depan mata banyak pelaku korupsi yang juga berjenggot yang kalau kena musibah berasma "innalillahi wa innailaihi raaji'un", mendapat berkah/kebaikan melafadz "alhamdulillah", dan bahkan sering kali mereka berucap "allahu akbar" sebagai simbol persatuan.

Maka dari itu sebaiknya urusan agama dan dunia dipisahkan secara dzahir, agama itu perilaku yang bersumber pada hati sedangkan dunia itu terletak pada otak pikiran kita. Ketika dunia sudah masuk ke dalam hati yang muncul adalah keserakahan dan ketakutan-ketakutan dan rusaklah agamamu. Politik adalah ranah duniawi, memasuki dunia politik harus bersiap dan bersikap sekuler tak lagi memasukkan unsur agama kedalamnya. Agama adalah perilaku yang mendasarinya, ketika Anda akan bersikap tidak baik maka ingat agama Anda bukan malah membiarkannya. Dalam politik menghabisi lawan itu sah tapi dalam agama tidak boleh apalagi sesama muslim, maka diperlukan sikap yang bijak dalam menerapkan kebijakan sebuah sikap. Rasul adalah manusia agung yang sangat lembut dalam berakhlaq dan sangat tegas dalam bersikap apalagi pelanggaran yang berhubungan langsung dengan agama. Tapi strategi Rasul dalam memerangi kaum kafi quraisy terbilang sekuler dan menggunakan cara-cara dunia bukan lagi menggunakan cara-cara agama.

Mengapa sesuatu yang bathil dan jelas-jelas rusak harus dibela? Apakah itu yang dinamakan islami? Ataukah hanya pelampiasan kesenangan dunia semata. Politik adalah seni bagaimana mengatur negera ini menjadi baik maka diperlukan aparatur-aparatur yang berfungsi untuk mengatur kemajuan suatu bangsa. Politik bukan seni membela diri agar terlihat lebih gagah lebih hebat lebih islami dan sikap lebih yang berlebihan alias lebay. Bila menemukan partai politik yang semacam itu tinggalkan dan lebih baik golput. 

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat