Untuk Apa Hidup Ini

Setiap yang terlihat dan tak terlihat; 
setiap yang baik dan yang buruk; 
setiap yang kau benci dan yang kau suka; 
dan setiap yang tersaji di dunia ini adalah sajian dari-Nya. 
Kita menikmati semua... 

lantas apa yang membuatmu benci padahal pikiran itu menyembunyikan keindahan-keindahan untuk kau nikmati... maka nikmati hidupmu dengan amal-amal yang baik untuk sesama... 

***Mahapatih Anton****

Kulminasi hidup sesungguhnya adalah berbuat sebanyak-banyaknya untuk ummat manusia, sebagaimana Manusia Termulia [Nabi Muhammad] mengajarkan kepada ummatnya untuk ikhlas dalam segala hal. Tak pernah terfikirkan oleh kita yang kemudian lahir ke dunia membawa misi menjaga bumiNya dari angkara murka para jin dan manusia, menjaga kelestarian sekalian alam, mengabdikan diri kepada Sang Pencipta. Titik berontak seorang manusia pada suatu kondisi adalah karena berusaha untuk memiliki sesuatu, sehingga apa pun yang ia lakukan seolah menjadi kendali dirinya tanpa sadar ada peran Tuhan yang Maha Mengatur. 

Memandang keburukan dengan keindahan [baca: tak memiliki] sebuah cara di mana kita tidak menjadi sakit hati karena kita berupaya apa pun yang kita lakukan bukan kita yang menentukan semua atas kehendak dan ketentuannya [baca: qadha dan qodharNya]. 



Previous
Next Post »

supported by