Saya Ini Orang Biasa

Akhir Maret. Sudah lama aku tak mengharap apa pun dari kepindahanku ke rumah kontrakan, hanya ingin menjalani hidup dan mensyukuri apa yang kini sudah aku dapatkan. Sejak awala maret itu beberapa kali HP itu berbunyi hingga tak aku hiraukan sebab aku tak mengenali nomor itu. Sampai akhirnya ku angkat dan benar itu tawaran baru di SMK baru, SMK GC yang baru saja berdiri berada di daerah Depok. Ada 20 orang yang senasib dengan aku dikumpulkan dengan mendengarkan pengarahan dari sesosok yang sudak ku kenali sejak lama tapi di SMK lain dari mulutnya "selamat datang teman seperjuangan pak Anton Mabruri..." saya mengagguk saja. Hingga siang hari aku pun harus bertemu dalam sesi wawancara dengan Pak MAS, aku cerita bagaimana dulu aku mengenalnya hanya selintas sampai akhirnya dia benar-benar wellcome dengan ku. Dalam sesi wawancara itu aku menego gaji dengan kisaran angka 2,5 juta sampai 3 juta, aplikasi lamaran lengkap dengan gaji yang aku maksud pun di Acc.

Sekeluarnya dari ruangan itu aku bangga, karena aku punya dunia baru dengan standar gaji yang baru di dunia pendidikan. Perlu diketahui bahwa standar gaji seorang guru paling tinggi itu adalah 1,5 juta itu pun full day mengajar, tidak demikian denganku aku hanya mangajar 3 hari dengan tidak full karena kesibukan ku di dunia industri dalam sesi wawancara itu sang Direktur mengiyakan. Aku pun mulai bekerja dan mendapatkan jabatan manjadi wakil kurikulum, yang sejatinya memang ini bidangku tapi ku katakan kepada teman lama ku Pak SPY aku belum bisa kasih keputusan dan lihat saja kalau aku sanggup menjalankannya itu berarti muncul program-program yang aku konsep. Semua ku konsep dengan baik sebab aku punya mimpi sekolah GC ini menjadi sekolah model di Indonesia. Setiap malam aku harus menghabiskan energi lebih dengan begadang tiap malam membuat desain sekolah model tersebut.

Di akhir bulan aku terima gaji, setelah ku buka amplop dan isinya rupanya aku terima gaji tak seusuai kesepakatan aku hanya terima uang 1 juta. Tapi aku tak berputus asa apalagi sampai berprasangka tidak baik, postif thinking... positif dan positif... aku tetap semangat menjalankan semua pekerjaan yang ku lakukan. Maret, April, Mei, dan Juni aku hanya terima gaji 1 juta... di bulan Juni kami rapat besar dengan Direk, Kepsek, dan orang-orang corporate hingga jam 4 pagi untuk menentukan arah dari SMK GC aku kemukakan kesulitan-kesulitan di lapangan dan itu direspon dengan baik dari logo, konsep dan MOU yang baru semua berjalan baik.

Awal Juli banyak hal yang sudah tak sesuai semua program SMK GC langsung di bawah kendali Corporate/Yayasan... aku dan kawan-kawan banyak menemui kesuliatan hampir semua pangajuan anggaran kegiatan itu dipangkas padahal sejatinya Pak Kepsek menyetujui anggaran yang panitia MOPD saat itu ajukan. Pak Kepsek mulai menemui sedikit benturan sayangnya ia tak bisa banyak berbuat apa-apa karena keputusan mutlaknya ada di Direktur.

To be Continue
Previous
Next Post »

supported by