REFLEKSI POLITIK DALAM AGAMA

.... Ati'ulloha waatiurrasul waulil amriminkum.... [Taatilah Alloh dan Rasul serta Pemimpin bangsa diantara kamu]. Ini suatu bukti bahwa seorang muslim pun punya kewajiban untuk berpolitik yakni menjadi dan menjadikan pemimpin diantara kamu. Sebentar lagi PEMILU dimulai, itu artinya setiap muslim yang benar-benar beriman wajib memilih pemimpin diantara kamu yang taat kepada Alloh dan RasulNya. Pemimpin kelas PECINTA DUNIA tak perlu dipilih ia hanya haus akan kekuasaan semata tak pernah mengindahkan apa yang tersirat dalam landasan negara kita yakni pancasila dan UUD 45... 

Karena sejatinya politik bagi orang islam adalah menjaga kemaslahatan agama dan memberi rasa aman dan kesejahteraan bagi rakyat. Maka tidak salah pada sila ke 4 berbunyi "Kerakyatan yang dipimpin oleh HIKMAT dalam kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan", maka sejatinya pemimpin yang harus kita pilih adalah pemimpin yang tahu apa itu HIKMAT. Ada 2 makna di dalam kata HIKMAT, yang pertama HIKMAT adalah nama lain dari Al Qur'an seperti ada yang menyebut Al Huda, Al Kitab, Al Furqon dsb. Makna lainnya, HIKMAT adalah orang yang sudah mencapai "kaweruhan marang Gusti Alloh" atau makrifat dan tidak mudah mencari pemimpin tipe ini. Makrifat bukan pula mereka yang berabaju gamis atau berjenggot panjang, makrifat adalah pencapaian titik kulminasi manusia itu sendiri. Nabi Muhammad justru ketika sepulang dari isra mi'raj, beliau menjadi manusia yang paling membumi dalam tataran hubungan sosial kemasyarakatan di zaman itu. 

Siapa bilang orang islam tidak boleh berpolitik, politik itu sah dan dapat menjadi nilai jihad karena bertujuan menjaga agama Alloh dan memberi rasa aman dan kesejahteraan adalah mutlak. Yang tidak diperbolehkan adalah mempolitisir agama masuk dalam komoditas kekuasaan, maka nanti dalam satu nash disebutkan wasyawirhum billati hiya ahsan "dan bermusyawarahlah di antara kalian untuk mencapai kebajikan" bukan memusuhi apalagi saling menghasut. Mari semua yang merasa muslim pilihlah pemimpin yang benar-benar bermisi menjaga prinsip-prinsip agama Alloh dan memberi rasa aman serta kesejahteraan bagi rakyat, parpol hanyalah kendaraan untuk merebut tonggak kepemimpinan jangan menjadi masalah. Toh, pada akhirnya parpol islam juga mble-e banyak terjebak aforisma keindahan dunia.

***mahapatih anton*****

Previous
Next Post »

supported by