Jadilah Manusia Sakti

Tentu kamu bertanya siapa manusia sakti zaman ini, yang jelas bukan Superman, Wonder women, Gatot kaca, Srikandi... atau tokoh-tokoh yang digambarkan dalam film fiksi. Juga bukan manusia yang kebal, anti bacok, anti api, dan segala jenis diluar nalar manusia. Bukan itu, manusia sakti zaman ini adalah manusia yang memiliki karakter cerdas, aktif, dan kreatif. Tiga karakter ini cukup mewakili generasi dari ke generasi untuk menembus ruang dan waktu. Loh ko bisa... yang jelas kita hari ini bukan sekedar butuh mimpi dan imajinasi, meski sebenarnya hidup berawal dari mimpi, tapi untuk apa mimpi hanyalah mimpi tanpa kerja cerdas, tanpa bergerak aktif dan tanpa berfikir kreatif.

Manusia Cerdas
Cerdas menjadi kata sifat yang disandang oleh orang yang telah mengukir prestasi dengan berbuat sesuatu, atau mempunyai prestasi di atas rata-rata manusia. Ukuran cerdas tidak lagi mengacu lagi pada kumpulan nilai-nilai akademik, tetapi hemat saya adalah mengacu pada daya juang dan daya prestasi yang baik. Cerdas juga bisa dioptimalkan dengan cara belajar yang tekun dan disiplin, tidak membuang kesempatan dan membuang waktu begitu saja. Ada peluang maka lakukan, ada waktu maka lakukan, tidak menunggu keajaiban Tuhan yang datang tiba-tiba. Manusia cerdas lahir dari ketekunan dan kedisiplinan, tidak mengukur pada berapa banyak yang kita dapat, tetapi pada nilai kontinuitas atau konsistensi (rutin setip saat) melakukan sesuatu yang sudah menjadi keinginan yang kemudian akan menjadi kebiasaan.

Banyak membaca dan menonton/melihat/mengamati adalah kunci untuk menjadi manusia yang cerdas. Ia akan membaca situasi zaman lalu akan berbuat sesuatu untuk dirinya dan untuk orang banyak. Sekolah dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi sejatinya hanya membentuk karakter manusia bukan menjadi cerdas atau pintar. Menjadi cerdas itu karena pilihan dan tekad yang kuat untuk menjadi cerdas, untuk merubah keadaan, untuk berbuat sesuatu bagi dirinya dan masyarakat banyak.

Manusia Aktif
Aktif adalah kata yang mensifati pada seseorang yang selalu bergerak dan bergerak tidak ingin diam. Naluriahnya selalu ingin melakukan sesuatu. Masih ingat dulu kalau tetangga kita atau teman kita yang suka ikut organisasi di masjid, gereja, sekolah dan tempat-tempat lain yang terkumpul massa maka kita akan mengatakan "dia mah aktif banget... apa aja diikuti..". Dan pada kenyataannya manusia yang mampu selalu aktif jauh memiliki tingkat kecerdasan dan kedewasaan yang lebih, bahkan cenderung menjadi leader dalam setiap kegiatan apa pun.

Tetapi sebenarnya aktif tidak hanya dikategorikan kepada generasi yang suka bergerak kesana kemari, kalau pun ada itu hanya bentuk aktualisasi fisik. Sejatinya yang mengendalikan kita untuk berbuat aktif adalah gerakan - niatan - tekad kita untuk berbuat. Agama islam mengajarkan bahwa melakukan niat baik di dalam hati saja kita sudah mendapat pahala/balasan apalagi sampai mengerjakannya. Namun bukan berarti kita hanya niat dan niat saja tanpa diimbangi tekad yang kuat, kalau hanya niat dan niat itu artinya kita sedang terjebak dalam ruang khayalan.

Aktif berarti berbuat lebih dari biasanya, bila kebiasaan orang tidur pukul 21:00 maka kita bisa menambah jam tidur pukul 22:00, menambah 1 jam. Bila 1 jam ini kita akumulasi untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka berarti kita sudah berbuat aktif. Begitu juga kebanyakan orang hari Sabtu dan Minggu libur, cobalah sebagai generasi aktif luangkan waktu tersebut untuk menambah skill (keterampilan) yang bersifat hobi atau di luar kebiasaan kita. (baca : Ayo Kursus Kreatif) Ikut serta dalam komunitas/penggiat hobi seperti: fotografi, film, design, tulis menulis dan lainnya mungkin bisa menjadi pilihan untuk menambah kemampuan skill kita menghadapi jaman sekarang dan masa depan. Apalagi jaman sekarang banyak sekali tempat-tempat kursus yang berhubungan dengan hobi dan pada kenyataannya bisa menambah pundi-pundi keuangan kita di kemudian hari. (baca : Ayo Kreatif untuk masa depan)

Manusia Kreatif
Kreatif mensifati kepada generasi yang berpikir dan berbuat out of the box (di luar kebiasaan kebanyakan orang). Dari cerdas, aktif dan selanjutnya adalah kreatif, adalah hasil dari kita bekerja cerdas dan bergerak aktif. Banyak generasi jaman ini lahir, tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan kelak untuk meraih masa depannya, padahal persaingan sudah di depan mata. Di belahan bumi lain banyak orang kreatif yang sudah menghasilkan karya entah itu berupa penemuan atau karya out of the box tadi. Menjadi kreatif, ketika kita sudah melakukan dua hal tersebut di atas. Kita bisa membuat karya foto, film, desain, cerpen, novel, puisi, skenario film berkualitas, karena kita sudah bekerja cerdas dan bergerak aktif.

Maka jadilah Manusia Sakti yang menguasi jaman dan siap bertempur melawan jaman. Dengan cara apa? Bekerja cerdas, bergerak aktif dan berfikir kreatif.

"INI CARA GUE... APA CARA LO.."

suporting untuk mind 8 production
Previous
Next Post »

supported by