Petak Umpet - Hakikat Cahaya

Senja sore ini menuju petang dan akan datang gelap. Bisa membayangkan bila seorang Thomas Alvedison tidak menemukan cahaya pijar lampu listrik selamanya dunia ini secara nyata akan gelap. Terkadang kita juga memaknai dunia ini penuh kegelapan yang kemudian Manusia Agung lahir ke dunia untuk menerangi jagad raya ini agar terlihat yang hak dan yang bathil. Sederahan sebenarnya tentu masih ingat pada saat kita kecil dulu suka sekali main petak umpet kita pun akan selalu mencari tempat gelap serta sempit yang tak bisa dilihat oleh kasat mata. Apakah gerangan yang terjadi pada saat kita bersembunyi namun akhirnya ketahuan juga, siapa yang memberitahu? adalah cahaya.. ya cahaya mata ini yang bisa menyimak teman atau sahabat kita yang bersembunyi dalam kegelapan, permainan pun usai.

Seperti sebuah hakikat kebenaran, bahwa ia akan tampak oleh cahaya dariNya atau dari cahaya kita melalui pantulan mata hati. Kebenaran yang hak itu akan nampak melalui cahaya yang menembus batas dimensi ruang dan waktu yang terejawantahkan lewat ayat-ayat yang tersirat maupun yang tersurat. Tidaklah sulit mencari penerang hati yang gelap ini, cukup kita datangi cahaya kemudian kita akan nampak seutuhnya. Kebanaran yang hak datang dan kemudian kebathilan itu musnah, seperti permainan petak umpet ketika ketahuan umpatannya secara langsung maka permainan pun dianggap selesai.

Hari-hari ini masih saja kita tidak bisa atau bahkan tidak mampu lagi mencari kebenaran yang hak bila kita sendiri tidak menuju cahaya itu. Maka tujulah cahaya itu untuk mencari sesungguhnya Cahaya..
Previous
Next Post »

supported by