Menahan Jiwa

Sungguh paling tidak enak adalah menahan, menahan cinta.. menahan rindu.. menahan janji.. menahan pemberian.. dan menahan sesuatu yang memang sudah lama kita ingin lakukan. Sudah sekian lama aku ini menahan jerit hati, entah siapa yang aku ingini. Hanya bisa sembari menahan gejolak luar biasa dari isi hati ini. Semua bermula dari pertemuan hingga berlanjut pada pengungkapan kata-kata dan ungkapan janji cerita untuk memulai hidup sama-sama. Aku sendiri tidak tahu dan berawal dari mana? Semua mengalir begitu saja.. terus dan terus menyembunyikan isi jiwa di palung hati dan tak seorang pun tahu apa yang sedang kini ku rasakan. Kita hanya sebagai manusia yang menentukan arah pikiran keinginan otak saja, namun yang menggariskan sebuah kepastian adalah Tuhan yang Maha Merajai. Semoga...

Aku telah menahan isi jiwa ini cukuplah lama dan entah sampai kapan.. sudahlah hanya Tuhan yang Maha Tahu siapa dan apa yang ada dalam relung kalbu ini. Perjalanan senda gurau ini akan terus ku lanjutkan sampai pada suatu ketika aku tahu isi jawaban ini. Perjalanan cerita ini akan aku lanjutkan menuju hari-hari penuh misteri dan mempesona. 
Previous
Next Post »

supported by