Agama Haqqul Yakin

Sejak tumbangnya Orde Baru, kita menjadi sebuah bangsa yang hari ini setiap hari disuguhi isu-isu agama. Kenapa di era orde baru bahkan tidak ada sama sekali orang membicarakan APA AGAMA MU..? Muslim Apa Kamu Ini? Masa itu semua orang dibungkam dengan kekuatan militeristiknya [baca: pemerintahan militer]. Pembungkaman ini tidak hanya dalam hal agama saja, isu-isu politik pun ikut dibungkam. Tak ada orang yang bicara terbuka di forum terbuka, media berfungsi sebagai corong pemerintah bukan corong rakyat apalagi corong kebenaran. Isu kemiskinan, kelaparan, penindasan dan isu-isu negatif lainnya tak terlihat di media semua dibungkam. Sekte agama benar-benar dibungkam tidak ada yang boleh bicara, di zaman orba seolah-olah agama itu sesuatu yang sudah final bukan hal yang patut untuk dibicarakan. Cara-cara tersebut berhasil sehingga rakyat saat itu hanya memikirkan bagaimana mencari uang dan hidup layak tidak mencari tahu apa agamamu atau kamu islam apa?

Era Reformasi pun bergulir di tahun 2008, dengan dibayar cukup banyak korban ratusan bahkan bisa jadi ribuan orang meninggal dan mendapat perlakuan yang tak senonoh. Sayangnya itu dilupakan, konsenterasi reformasi tertuju pada 4 mahasiswa yang meninggal di Trisakti, padahal jika ditelusuri banyak korban penjarahan di bulan mei 1998 tersebut. Pusat perbelanjaan, orang-orang Tionghoa menjadi bulan-bulanan bagi para perusuh. Tergambar sangat jelas bagaimana Era Reformasi menelan banyak korban tahun 1998.

Pergulatan hidup dimulai era keterbukaan dimulai, hari ini orang bisa bicara apa saja dan untuk siapa saja tanpa tedeng aling-aling. Agama yang tadinya sudah menjadi hal final dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tiba-tiba hari ini mejadi senjata utama untuk memecah belah rakyat Indonesia. Isu agama menjadi hal yang paling sering dibahas, sering menjadi senjata untuk berdebat bahkan cenderung menjadi anarkis.

Agama adalah sesuatu yang final tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun. Perbedaan agama dalam keseharian kita merupakan keniscayaan Tuhan, "jika AKU mau maka akan aku jadikan kalian menjadi satu kaum.." begitu dalil naqli yang tersirat. Lalu mengapa hari ini kalian berdebat agama, apakah Tuhan perlu pembelaan dari kita? Tuhan tidak perlu pembelaan. Ia hanya perlu pengabdian mu. 
Previous
Next Post »

supported by