Ujian Tuhan Maha Asyik

Boleh jadi sangkaan ku pada Tuhan baru sampai sini, tetapi Tuhan Maha Asyik... mengguruiku dengan caraNya. Membuka pintu pengetahuan yang luar biasa, aku juga bukan manusia pandai yang pintar menggurui. Aku hanya ingin berbagi kepada siapa pun yang memerlukan, bukan mencari sensasi kepada mereka yang membutuhkan. Tuhan Maha Asyik menghiburku dengan caraNya, meniadakan pekerjaan dengan membuka naluri untuk melihat lebih jauh tentang apa yang kini tengah terjadi. Aku cuma bisa mengira padaNya, tapi sekali lagi Tuhan Maha Asyik... mengisyakkan tawa menjadi ketegaran dan ketegasan hati.

Malam selalu mengajariku bagaimana menjadi manusia lembut dan melembutkan sikap dengan kesabaran yang tinggi. Hingga pada satu kondisi aku memang harus bersikap selalu menunggu padahal bukan itu maksudku aku hanya sedang bersabar melakukan hal yang tepat dan tidak keliru dalam mengambil keputusan.

Satu tahun adalah waktu yang cukup untuk aku belajar menjadi sesuatu yang bernilai dan berharga juga bermanfaat bagi orang banyak. Bermanfaat di internal dan bermanfaat di eksternal. 
Previous
Next Post »

supported by