Friday, 6 March 2015

Tempat Senda Gurau
Di suatu siang saya melihat wanita berkulit putih seperti keturunan eropa, hidung mancung rambut agak cokelat tapi lebih dominan hitam, perawakan seksi langsing setinggi wanita Indonesia pada umumnya dalam hati saya cuma bergumam "wow... cantik banget tuh orang..." apa yang kita fikirkan pada saat melihat wanita cantik yang melintas di depan kita? Jawab 1. Mengagumi lalu mengimajinasikan ia resmi menjadi pendamping hidupmu? Jawab 2. Mengagumi lalu membayangkan kita melakukan hubungan layaknya suami istri tapi tidak terikat oleh akad nikah? Kedua jawaban itu hanyalah imajinasi fikiran kita tentang ciptaan Tuhan yang benar-benar cantik. Dalam agama saya mengajarkan menggauli seoerang wanita itu tentu harus di awali dengan akad nikah baru setelah itu halal hubungannya. Bila kita menginginkan serius tipe wanita yang kita idamkan tentu kita harus berupaya membuat dia jatuh hati kepadamu dan kemudian mengajaknya serius untuk menuju bahtera rumah tangga.

Kedua jawaban di atas sesungguhnya hanya senda gurau belaka, kita tak perlu menganggap serius atas apa yang kita kagumi untuk kemudian kita menggebu-gebu untuk mencapainya apalagi dengan menghalalkan segala cara. Bila kita renungi bersama dan saya ajukan pertanyaan begini, Apakah mungkin wanita cantik itu abadi tetap cantik hingga diusianya yang ke 50 tahun? tentu tidak kulit mulai keriput, berjalan mulai mendayu tidak lagi cepat/gesit, dan gairah seksualitas sudah mulai berkuarang. Apakah kita masih menggebu-gebu untuk mencoba memikatnya dan kemudian menggauli wanita itu. Tentu kita akan berfikir ulang dan bahkan cenderung menjauh. Kita kemudian mencari wanita cantik lainnya dan mencoba untuk melakukan hal yang sama yakni berusaha untuk agar wanita cantik itu jatuh hati kepadamu lagi.

Dunia dan seisinya seperti wanita, harta, dan tahta adalah jelas hanya senda gurau belaka terlalu serius kita mengagumi dan mencoba memiliki maka yang ada kita seperti diperbudak olehnya. Padahal semua yang ada di dunia bersifat sementara (fana). Lalu kemudian Tuhan berikan atuaran untuk mencari dunia dengan sewajarnya bukan menggebu-gebu hingga terkadang kita terbawa stress berat menghadapinya. Tahukah kamu bahwa stress yang kita alami sesungguhnya karena kita terlalu mencintai dan meguasainya. Apa pun yang kita punya hanyalah sarana saja bukan milik kita sepenuhnya. Tuhan hanya menganugerai cahaya ruhaniayah saja, bahkan jasad yang kita punya juga kelak akan kembali ke tanah atau bumi.

Bagaimana apakah kita masih ingin berstress-stress ria atau kita memilih bahwa dunia hanya senda gurauan belaka... Oh dunia indahmu hanya sementara. 

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat