Tempat Sendau Gurau 2

Berapa banyak bayi manusia lahir dan kemudian ikut berproses menjalani hidup bersama orang tuanya, hingga dewasa dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk (tamyiz). Pada tataran setelah manusia mampu membedakan baik dan buruk sejak saat itu manusia sudah mempunyai kewajiban yang mutlak yakni beribadah menjalani semua perintah dan menjauhi segala laranganNya. Manusia juga sesungguhnya dilahirkan dalam keadaan suci (fitri) maka menjadi tanggung jawab diri ini untuk kembali kepadaNya dalam keadaan suci, sehingga pada ranah ini manusia wajib berdo'a untuk bisa menjadi khusnul khatimah bukan suul khatimah.

Sejatinya semua proses kehidupan yang kita jalani di bumi ini sangat simpel, kita hanya diperintahkan oleh Tuhan untuk beribadah dengan metode dan sarana yang berbeda-beda. Bekerja mencari nafkah pun sesungguhnya ibadah untukNya bukan untuk kita, menjadi kaya itu hanyalah akibat dari proses yang kita jalani secara konsisten dan kontinyu. Telah menjadi hukum dunia bahwa guna memenuhi kebutuhan dunia pun kita wajib berusaha untuk bisa mensejahterkan kehidupan yang kita jalani. Tentu usaha-usaha yang kita lakukan wajib memenuhi syarat-syarat dari Tuhan yakni yang halal lagi bersih (halalan thoyyibah).

Hidup di dunia ini hanya senda gurau belaka, hanya sekadar mampir menikmati keindahan-keindahan yang tersaji dari Tuhan. Dunia tidak ada yang bisa kita miliki seutuhnya, semua hanya fasilitas pinjaman. Namanya juga pinjaman, maka pada saat waktunya diambil oleh yang punya kita wajib ikhlas dan dengan satu syarat kembalikan pinjaman seperti semula yakni bersih suci (fitri). Kemudian hal-hal yang bersifat kebendaan wajib kita titipkan agar anak cucu kita yang menjaganya.

Tuhan aku hanya bersenda gurau di dunia ini...
aku hanya jelaga yang tak terlihat kasat di mataMu

Cahayailah dengan cahayaMu
agar aku bisa terlihat jelas olehMu

Rabb...
lindungi makhlukmu ini dari marabahaya kerusakan dunia dan senda gurau berlebihan
agar aku bisa mengembalikan semua milikMu secara utuh
maka ampuni aku Ya Rabb...

Amiiin... 
Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar

supported by