Memahami Hidup

Saya tahu. Setiap orang memiliki kebutuhan dalam hidupnya, tarapnya tentu berbeda. Orang yang kaya tentu kebutuhan hidupnya juga lebih banyak, orang miskin pun demkian. Kadang-kadang orang kaya [belum tentu sukses] memaknai hidup ini penuh dengan hal-hal yang beraroma serba wah, sanjungan bagi mereka yang hidup mewah itu mutlak. Lalu apa yang terjadi jika si miskin memanfaatkan jasa si kaya dengan cara ia menjadi pekerja dan digaji oleh si kaya, atau si miskin ini sedang berusaha bangkit dengan membangun usaha/bisnis dengan modal dari si kaya. Ada yang memang orang kaya merelakan sebagian hartanya untuk perputaran modal si miskin dan dia ikhlas yang penting ada laporan pertanggungjawabannya. Lalu ada pula yang menyerahkan modalnya kepada si miskin dengan sayarat-syarat tertetnu sehingga si miskin ini harus mengembalikan harta si kaya.

Keduanya pasti akan menagih tetapi dengan cara yang berbeda-beda, si kaya pertama dia hanya menagih dengan seperlunya karena ia sedang berusaha memutar roda kehidupan berharap si miskin ini mengentas dari kemisikinannya. Si kaya yang kedua tentu dia banyak menuntut banyak dan berharap banyak, biar pun dia sudah punya harta banyak tetap dia akan menunutut. Tidak pernah sedikit pun di hatinya untuk memutar roda kehidupan dengan adil yang penting baginya untung dan untung. Tiap hari pekerjaannya mengeluh dan tidak bisa bersyukur atas apa yang ia capai hari ini. Jenis orang kaya kedua ini cenderung hidupnya stress dan tertekan, maka hadapi orang ini sesuai dengan keinginannya.

Yang jelas hidup ini berputar seperti bumi yang mengitari matahari, ada waktu-waktu tertentu di mana bumi berada pada posisi paling gelap. Adakalanya juga bumi pada posisi paling terang benderang. Maka mari mensyukuri hidup dengan penuh rasa syukur yang dalam. 
Previous
Next Post »

supported by