Mau Jadi Apa Bangsa Ini?

Miris dan entah harus dari mana kita membangun satu generasi yang sadar akan ke-Indonesiaan [baca: cinta tanah air], bila kita cermati dan inilah sesungguhnya karakter generasi muda Indonesia saat ini materialisme, budaya konsumtif, hedonisme, individualisme, yang sedikit banyaknya telah kita dipengaruhi lewat iklan-iklan kita, tayangan-tayangan televisi kita, film-film kita, propaganda-propaganda kita, sudah tertanam pada hati dan pikiran sebagian besar dari mereka, jangankan memikirkan negeri atau umatnya lebih-lebih agamanya, kini mereka hanya memikirkan kesenangan diri mereka sendiri, bayangkan saja Negara semiskin kita ini penduduknya menempati urutan tertinggi dalam urusan berbelanja baju ke Singapura, mengalahkan Jepang, Australia, dan Cina sekalipun.

Sementara anak mudanya mabuk sementara yang tua korup, tak ada habisnya permasalahan di negeri ini. Saking antipatinya kita terhadap permsalahan yang sangat komplek sebagian mereka berpendapat "ngapain mikirin negara, wong negara saja tak memikirkan kita.." kalimat ini benar adanya. Tapi bila kita berfikir sedemikian adanya kapan kita lepas dari imperialisme [baca:penjajahan] paham isme-isma di atas dan penjajahan di semua bidang kehidupan. Apakah kita tahu bahwa hampir 22% APBN negara ini dihabiskan untuk membayar hutang, sementara 96% kekayaan alam kita dikeruk habis oleh para imperialis modern yakni bangsa Eropa. Sistem pemerintahan kita benar-benar telah mereka susup dan kalau bisa setiap dari mereka dikasih uang sebagai aksi sogok [kolusi], sangat tidak adil bila diantara anak muda tak mau peduli dengan kebobrokan ini siapa lagi. Saya kira saya tak perlu menulis dengan angka-angka lagi, di manapun kalian berada harus peduli antar sesama. Bangun sikap kerja sama yang bagus diantara kalian jangan mudah untuk terprovokasi apalagi menebar permusuhan. Indonesia ini butuh solusi kalian anak muda...!!!

Bisa jadi tulisan ini dianggap provokatif, tapi setujukah kalian anak muda ini permasalahan kita saat ini. kelak anak-anak muda cerdas akan difasilitasi oleh mereka para imperialis untuk membesarkan perusahaan yang mereka tangani ini sudah terjadi beberapa dari kita yang memenangkan olimpiade scient & teknologi telah mereka sekolahkan di negeri mereka dan membesarkan perusahaan mereka. Saya pribadi hanya bisa berdo'a semoga nurani mereka masih mencintai Indonesia dan mau membangung serta memperbaiki kebobrokan Indonesia. Tanya kenapa jaminan kesehatan dan pendidikan kita habis dan tak sampai ke lapisan bawah [baca: wong kecil] 22% dari APBN negara ini habis untuk membayar hutang, miris bukan.

Saya telah lama ingin memperbaiki Indonesia dari sisi yang saya kuasai meski hingga detik ini belum maksimal. Sadar betul siapa saya..., Ayo anak muda bangun masa depanmu manfaatkan waktu yang ada. Hidup ini bukan berkhayal dan bereforia mabuk dengan masa lalu nenek moyang kita yang sangat ditakuti oleh negara manapun, kemudian kita menginginkan hal yang sama bahkan kita dikelabui dunia imajnisi "kelak Indonesia akan ditakuti lagi oleh nagara manapun" kalimat ini sesungguhnya kalimat penghibur bagi Anda para pemalas yang terperangkap oleh imajinasi harapan yang tak kunjung datang. Perubahan dan perbaikan demi perbaikan terjadi bila dari sekarang anak muda bangkit dan bangun kreatifiasmu, langkah minimalmu adalah perabaiki lingkungan terdekatmu setelah itu mungkin lingkungan besarmu.

Ayo anak muda bangun masa depanmu manfaatkan waktu yang ada. Hidup ini bukan berkhayal dan bereforia mabuk dengan masa lalu nenek moyang kita yang sangat ditakuti oleh negara manapun, kemudian kita menginginkan hal yang sama bahkan kita dikelabui dunia imajnisi "kelak Indonesia akan ditakuti lagi oleh nagara manapun" kalimat ini sesungguhnya kalimat penghibur bagi Anda para pemalas yang terperangkap oleh imajinasi harapan yang tak kunjung datang.
Mengakhiri rasa nasionalisme ini, mari berkreatifitas tanpa batas.... ayo action

Anton Mabruri KN
Praktisi & Guru Broadcast
Previous
Next Post »

supported by