Novel Surat Yang Hilang Lelaki di titik nol - Sayang Sayangi Aku.. 1

Oktober, remang-remang malam menemani kesendirianku, lampu di kamarku sengaja tak ku nyalakan dengan terang. Ketenangan hati terus terusik sesaat setelah setengah jam yang lalu aku menerima telpon dari kekasihku lewat handphone.
“Malam sayang…, lagi ngapain?“,
“lagi telpon kamu“ jawabku, “iiih…! Capek deh, maksudku kamu di situ lagi ngapain?”, selalu saja aku jawab dengan berbelit-belit.
Malam itu kakasihku mengajak bertemu besok pagi dan meminta aku untuk membawakan buku novel yang berjudul “Witing Tresno”. Demi kekasihku, aku segera mencarinya di antara  tumpukan buku koleksiku di bawah lemari baju. Sebenarnya tak ada yang cukup mengejutkan  malam itu andai aku tak menemukan bendelan kertas kusam dengan tulisan yang  kusam pula disekitar tumpukan buku tersebut. Aku sedikit terbelalak,  firasatku mengatakan bahwa catatan itu bukanlah milikku sebab aku tak pernah merasa menyimpan kertas-kertas yang sudah cukup lapuk.

Aku berjalan menuju pijar lampu untuk memastikan tulisan siapa, dalam hati aku terus bertanya-tanya siapa sebenarnya pemilik kertas tersebut. Sungguh…, malam itu aku larut bersama kertas lusuh tersebut. Kenangan demi kenangan indah terlintas kembali di mana setahun yang lalu sahabatku yang tinggal di kamar kost sebelah selalu saja hadir bersama di kamaraku ini, ia selalu menceritakan jalinan asmara yang pernah ia jalani bersama kekasih-kekasihnya. Bermodalkan wajahnya yang tampan membuat beberapa wanita takluk padanya, namun ia sangat menjaga diri dan selektif dalam menjalin hubungan dengan seorang wanita. Tutur katanya yang santun dengan gaya ketawanya yang renyah membuat ia banyak dikenal oleh teman-temannya di tempat kerja dan kampusnya.

Aku ingat benar masa-masa indah saat ia jatuh cinta kepada seorang Maya gadis kamar sebelah, sahabatku ini sangat menyayangi Maya hingga ia kadang rela mengorbankan apa saja demi cintanya kepada Maya. Aku juga ingat ketika jalinan cintanya mulai memudar, fikiran dan jiwanya sangat tertekan bahkan ia selalu mengatakan bahwa ia ingin pergi untuk selamanya. Ternyata semua itu benar ia pergi hingga sekarang aku tak dapat menemuinya kembali, kecuali Maya yang masih sering ku lihat. Kenangan indah bersamanya pun kembali terlintas saat-saat kami masih tinggal satu kost, bercanda ria dan terkadang larut dalam kesedihan. Maafkan sahabatku aku tidak tahu harus berbuat apa untukmu aku hanya dapat menuliskan kembali semua risalah cintamu. Semoga engkau merestuinya… sampai hari ini aku masih sangat kehilanagan dirimu sahabatku. Kira-kira inilah kisah cinta yang pernah ia rasakan bersama Maya, baiklah aku awali saja semuanya.

240405 .... bersambung

Novel SYH - Sayang Sayangi Aku.. #2


Previous
Next Post »

supported by