Thursday, 28 January 2016

Semangat Hidup
Sate ini adalah hasil usaha kita mau membakarnya hingga rasanya pun enak lezaat.
Sedikit saya ingin menggambarkan bagaimana proses manusia itu ada di dunia, kita dulu lahir dari 0 hari - usia 6 hingga 12 tahun sekolah TK hingga SD - usia 12 hingga 15 tahun bersekolah SMP - usia 15 hingga 18 tahun bersekolah SMA - usia 18 hingga 23 tahun Kuliah - usia 25 ada yang menikah kemudian mempunyai anak mengalami siklus yang sama [lahir dari 0 hari - usia 6 hingga 12 tahun sekolah TK hingga SD - usia 12 hingga 15 tahun sekolah SMP - usia 15 hingga 18 tahun SMA - usia 18 hingga 23 tahun kuliah - usia 25 ada yang menikah] dan terus hingga generasi ke generasi.

Renungkan..?

Apakah kita hidup hanya untuk itu? seberapa panjang usia kita, seberapa manfaat usia kita? Pada dasarnya manusia hidup untuk bertahan di dunia, tapi itu hanya sementara. Tidak lama-lama kita hidup di dunia, paling lama manusia sekarang umur 80 tahun wafat. Apa yang sudah kita lakukan selama hidup di dunia? Manusia pun menyikapinya berbeda-beda, ada yang giat bekerja mencari bekal hidup dengan giat dan sangat giat, ada yang malas-malasan setiap hari pekerjaannya hanya tidur dan tidur, ada yang hanya meratapi nasib hingga akhir hayatnya, ada yang bekerja keras tetapi lupa hakikat hidup sehingga menghalalkan segala cara.

Kita ada di mana?

Yang disebut manusia hidup adalah manusia yang mampu bekerja dan berkarya untuk bekal hidupnya hingga ajal menjemput. Dan bagi saya manusia yang hanya melakukan hal ini [ada yang malas-malasan setiap hari pekerjaannya hanya tidur dan tidur, ada yang hanya meratapi nasib hingga akhir hayatnya, ada yang bekerja keras tetapi lupa hakikat hidup sehingga menghalalkan segala cara] adalah mayat hidup yang hanya menumpang hidup di dunia ini.

Kita harus bagaimana?

Analogi: Kendaraan yang kita pakai itu tentu memerlukan bahan bakar, coba bayangkan pada saat kita menaiki kendaraan tiba-tiba di tengah jalan berhenti hanya karena bahan bakarnya habis. Apa yang kita lakukan untuk hal tersebut? Tentu kita harus mencari bahan bakar agar kendaraan yang kita pakai berjalan dan kita sampai pada tujuan yang kita inginkan. "Semangat hidup" adalah bahan bakar kehidupan kita, manusia-manusia yang kehabisan bahan bakar tentu dia harus mencari dan mengisinya untuk bisa menjalani aktivitas, melanjutkan hidup, dan mencapai impian.

Semangat hidup, harus dibangun atau jika perlu dibeli. Di mana semangat hidup itu bisa didapat atau dibeli? datangilah tempat-tempat di mana para pencari ilmu itu berkumpul atau minimal membaca buku yang memotivasi diri dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan kita. Semangat hidup itu tidak ditunggu datang, apalagi hanya berdiam diri menanti keajaiban dari Tuhan.

Tidak ada sesuatu yang kita usahakan tidak menuai hasil. Yakin dan optimis adalah cara pandang kita untuk menggugurkan sikap malas kita. 

Salam Semangat !

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat