Long Trip - Episode Kota Bandung

Perjalanan ini akan saya awali dari bulan April 2016 tepat ketika saya berada di Bandung untuk yang kesekian kalinya pula saya berkunjung. Sejujurnya perjalanan berkunjung dan singgah dari kota ke kota ini telah di fasilitasi oleh Pustekkom yang telah mempercayakan saya secara organisasi sebagai Ketua Umum AGBI (Asosiasi Guru Broadcasting Indoneia). Itu juga memang saya dipercaya membuat konten program untuk TV E yang dimiliki oleh Putsekkom, konten televisi yang saya usung cukup sederhana yakni mengangkat 3 aspek penting dalam masyarakat kita yakni bicara tentang sejarah, kehidupan, dan wisata. Program tersebut saya namai ON ACTION. Konten televisi yang akan segera tayang di tahun 2017 di namai On Action | Indonesia | terdiri atas tiga segmen yakni: On sejarah, On Kehidupan, dan On Wisata. Konten televisi yang saya supervisi langsung mengajak teman-teman SMK Broadcast perwakilan se-Indonesia yakni 6 SMK Broadcast yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera untuk On Action 2016. Tentu On Action 2017 jauh lebih banyak SMK Broadcast yang ikut serta.

Perjalanan ini murni awalnya hanya tugas dan kerja, tapi akhirnya saya bisa menilai perkembangan kota, kabupaten, dan pulau yang saya singgahi. Saya hanya menilai dari aspek pelayanan dan infrastruktur selebihnya saya hanya gunakan 3 aspek yang ada dalam konten program tv yang saya buat yakni: sejarah, budaya, kehidupan, dan wisata. Kesemuanya mudah dilihat dan dirasakan.

Di awali dari Bandungg kota harapan, kota api, kota mari bung rebut kembali. Kota ini unik, menarik, banyak yang cantik-cantik utamanya peuyeumnya (perempuannya maksudnya : jokes aja ini mah). Tapi sungguh kalau mau cari wanita cantik Bandung menjadi list yang bisa kamu masukkan dalam daftar hunting, halah.. makin neglantur aja. 

Bulan April waktu itu saya datang dari Depok sampai kota Bandung agak sore, itu persis berada di Terminal. Saya memutuskan untuk naik taksi menuju daerah Dago kalau tidak salah saya tidak terlalu hapal daerah tersebut. Saya pun bersegera naik taksi dan duduk persisi di samping pak kusir.. huss pak supir maksudnya. Jreng...jreng.. kita kemana nih mas tanya supir kepada saya. Saya hanya tunjukkan alamat dari smartphone yang saya genggam, ke sini pak? "Oh alamat ini deket mas cuma kan tahu sendiri Bandung itu banyak jalan satu arah jadinya ya mesti agak muter ini mas" logat sunda ya bukan logat jawa pak supir ngomongnya. Saya hanya mengagguk. "Mas... orang Bandung ini susah mas karakternya susah.." saya perhatikan supir taksi sudah mulai kesal dengan kemacetan yang terjadi dibeberapa titik jalan, hmmm... saya lupa nama jalannya apa waktu itu. Seingat saya itu jalan pasar yang tembusnya ke alun-alun Bandung. "Ya begini ini, orang Bandung susah diatur mas... maunya seenaknya sendiri. Lihat mas...lihat.. ini di depan kita kan macet, itu coba liat mobil main belok aja kan semua jadi macet begini. Padahal kalau mau disiplin Bandung ini lancar tertib, diatur engga mau sih.." Pak supir kesal mengumpat.

Saya hanya berasumsi kemacetan di Bandung sebenarnya mudah diatasi, asal semua orang Bandung mau tertib berlalu lintas saya yakin Bandung tak separah sekarang. Masyarakat cukup ramah, eh tapi soal pemerintah juga sempat dicurhati Pak Supir dan hanya bilang "mana nih Pak RK mana? Dia mah walikota taman mbuatnya taman mulu, tapi rakyatnya ga diatur" Loh kenapa jadi ke Walikota ya pak Supir, dalam hati saya bergumam.

Waktu pun berlalu, 3 hari saya menginap di salah satu hotel di Bandung. Setelahnya saya pulang dan kali ini saya berinisiatif naik ojek, saya pun naik ojek untuk diantar ke salah satu travel menuju Depok. Sepanjang perjalanan Pak Ojek cerita banyak soal kota Bandung yang sebenarnya sudah nampak berubah, tapi itu kenapa hanya tamannya saja yang dibangun. "jalanan macet di mana-mana eui... orang Bandung susah untuk tertib di jalanan mas" curhat Pak Ojek sepanjang jalan. Tapi sebenarnya dia cerita banyak soal Bandung. Saya tidak akan bercerita banyak juga. Salah satunya adalah soal banjir bandang di daerah pasteur - baca beritanya : Bandung Diterjang Banjir Bandang Lagi, 2 Mobil Terseret Arus Rabu (9/11/2016) - juga sempat kami (supir taksi, pak ojek dan saya) bahas dan terbukti banjir bandang benar-benar melanda. Mari Bung... rebut kembali. 
Previous
Next Post »

supported by