NGE-VLOG YUK...


Apa itu Vlog

Video-Blogging, atau bisa disingkat vlogging (diucapkan Vlogging, bukan V-logging), atau vidblogging, merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama. Berbagai perangkat seperti ponsel berkamera, kamera digital yang bisa merekam video, atau kamera murah yang dilengkapi dengan mikrofon merupakan modal yang mudah untuk melakukan aktivitas video blogging. (wikipedia)

Peralatan Pendukung Vlogging

1. Alat perekam

Tentu terdiri atas perekam visual dan perekam audio. Kamera, bicara peralatan yang satu ini sebenarnya tidak harus kamera berkemampuan profesional. Kamu bisa memulai nge-Vlog dengan kamera smartphone, yang penting resolusi kamera smartphone yang kamu punya sudah berstandar Full HD minimal memiliki resolusi 1920x1080.



Audio, alat yang satu ini juga biasanya langsung terintegrasi dengan kamera yang kamu gunakan. Alat perekam audio khusus bisa digunakan bila memang kondisi yang kamu rekam banyak gangguan atmosfer yang kencang. Alat audio khusus kita hanya butuh clip on, ini bentuknya.


2. Alat Penunjang 
Sekarang ini banyak alat bantu untuk smartphone yang bisa kamu gunakan. Peralatan penunjang tersebut antara lain: tripod, tongsis, camera stablization, dan lensa. Peralatan tersebut digunakan sesuai dengan kebutuhan masing-masing tergantung dari situasi dan kondisi.

Tripod 
Tripod biasanya digunakan untuk mengambil gambar yang cenderung statis atau diam, juga tidak terlalu banyak pergerakan objek yang diambil.
Tongsis/Monopod 
Fungsinya hampir sama dengan tripod, namun biasanya monopod atau tongsis ini banyak digunakan untuk mengambil gambar yang pergerakannya relatif banyak. Misalnya untuk selfi video.

Camera Stabilization/Steady Cam 
Kalau pernah dengar alat Dji Osmo, alat ini bekerja seperti Dji Osme sebagai penyetabil gambar yang cenderung moving (bergerak lebih banyak) dan cocok untuk para traveller.


Lensa 
Meskipun fungsinya tidak sedahsyat lensa DSLR, namun lensa smartphone cukup membantu. Biasanya untuk menambah depth of filed (kedalaman gambar) atau membuat efek ruangan nampak lebih luas, dan fungsi lain yang mirip seperti lensa profesional.
3. Software Editing
Nampaknya jenis software (perangkat lunak) untuk mengedit video sangat banyak pilihannya. Yang terpenting kamu harus tahu terlebih dahulu Vlog yang kamu rancang ini untuk memenuhi standar broadcast televisi atau hanya sekedar memenuhi konten web/blog yang kamu miliki.
Ada dua jalur yang bisa kamu lakukan pada saat mau mengedit A/V (Audio Video) yang kamu buat, melaui smartphone itu sendiri atau melaui PC yang kamu miliki. Saya kira kalau kamu kebeutuhannya benar-benar untuk broadcast tv maka kamu bisa gunakan PC untuk mengedit dengan software pilihan antara lain: Final Cut Pro, Adobe Premiere cc, Avid Express, Edius dan lain-lain. Bila hanya untuk memenuhi konten blog/web kamu bisa gunakan smart phone kamu untuk mengedit A/V, dengan software pilihan antara lain: FilmoraGo, VivaVideo, Magisto, dan lain-lain banyak sekali jumlahnya.

Mudah bukan nge-Vlog itu..? Video blogging juga masih dapat disebut sebagai bentuk lain dari televisi internet. Video blogging biasanya ada juga yang dilengkapi dengan keterangan teks atau gambar foto, serta untuk beberapa video blogging, menyantumkan metadata dan lain sebagainya. 

Video blogging sendiri dapat dibuat dalam bentuk rekaman satu gambar atau rekaman yang dipotong ke beberapa bagian. Dengan perangkat lunak yang tersedia, seseorang dapat menyunting video yang mereka buat dan memadukannya dengan audio, serta menggabungkan beberapa rekaman ke dalam satu gambar, sehingga menjadi suatu rekaman video blogging yang padu. Sudah dijelaskan di atas bukan?

Berikut ini adalah gambar yang saya ambil dengan smartphone.



Notes: 
Video blogging juga memanfaatkan keunggulan dari web syndication, ia dapat mendistribusikan dirinya di internet dengan menggunakan format penyesuaian (sindikasi), baik dengan RSS maupun Atom, untuk pemutaran ulang dan agregasi otomatis pada perangkat mobile dan Personal Computer.

Oleh : Anton Mabruri (Praktisi Broadcast, Filmmaker, dan Penulis)
Previous
Next Post »

supported by