Tips : MENYUTRDARAI VIDEO KLIP (Untuk COVER LAGU)

Yang perlu kamu catat adalah, Video Klip memang bukan Program Acara Televisi. Video Klip memang bukan konten drama tv, non drama atau Jurnalistik. Namun, Video Klip masuk bagian dari Program Acara Televisi Non drama yang paling mudah diingat. Hampir semua Stasiun Televisi mempunyai Acara Musik dengan format Repackaging Video yang menggunakan materi Video Klip sebagai pengisi acara. Padahal, setiap Video Klip disutradarai oleh kreator yang berbeda-beda, sedangkan Sutradara Acara Musik hanya bertugas mengemas ulang dan memberikan bumbu penyedap agar acaranya terlihat indah, menarik, dan digemari pemirsa. Lihat saja segudang acara musik di MTV music, atau hari ini kita lihat program acara Break out Net. Tv dengan kemasan yang modern renyah karena VJ yang disajikan juga terbilang cukup smart. Apakah di televisi lain ada yang menyajikan program yang sama dengan Break out Net. Tv? Saya kira hari ini nyaris tidak ada.


Hari ini pula banyak lagu-lagu lama yang dibuat ulang lagunya dengan tampilan dan kemasan yang berbeda, karena tergantung pada karakter vokal dan aransemen musik. Berikut ini adalah tips-tips untuk menyutradarai Video Klip baik untuk cover lagu maupun lagu baru, sebagai pelengkap wawasan tentang bagaimana baiknya kamu menjadi sutradara.
  • Dengarkan lagu 
  • Tuangkan Ide dan konsep yang kuat
  • Tentukan lokasi 
  • Buatlah storyboard 
  • Syuting
Seorang pemula biasanya akan kesulitan pada saat memulai membuat sebuah video klip, permasalahan mulai dari mana mencari ide kreatif setelah beberapa kali mendengarkan lagu yang ingin digarap menjadi video klip. Namun ide belum juga muncul. Dengarkan lagu dan pahami birama-nya, lagu-lagu di Indonesia kebanyakan mempunyai birama 4/4 dan inilah yang menentukan sebuah warna video klip yang akan kamu garap. Mendengarkan lagu juga harus ikut membaca teks syairnya, paling tidak pada saat membaca syair atau lirik lagu tersebut imajinasi mulai terbangun. Jika sudah, maka kamu pun bisa menuangkan konsep/ide kamu ke dalam skenario.


Ide kreatif pembuatan video klip adalah biasanya dari pengalaman hidup kamu sehari-hari, bukan dari pengalaman orang lain. Untuk itu, apa yang kamu lihat, kamu sentuh, kamu rasakan, kamu nikmati, kamu dengarkan, dan kamu renungkan semuanya merupakan proses dari penjelmaan imajinasi verbal menjadi karya nyata yang bervisual. Namun, mencari dan merenungkan ide kreatif dapat dilatih setiap hari, setiap waktu, setiap detik. Sebagai contoh cobalah kamu bangun pagi hari, lihat sekeliling kamu, tempat tidur, jam, bantal, jendela, buku, lukisan, bohlam lampu, cicak, semut, sepatu butut, cat dinding atau puntung rokok, semuanya adalah objek yang inspiratif buat mencari ide video klip. Siapa tahu kamu dari sana mempunyai ide membuat video klip dengan tata artistik bertekstur khas tapak sepatu dengan gaya vintage yang sedang ngetren hari ini. Untuk itu, perhatikan detail-detail objek dalam pengalaman hidup sehari-hari, terutama pada objek-objek yang jarang diperhatikan orang.

Video klip mempunyai lima bahasa yang sangat universal, yaitu bahasa ritme (irama), bahasa musikalisasi (instrumen musik), bahasa nada, bahasa lirik, dan bahasa performance (penampilan) (Naratama : 2006).
Seluruh renungan dan imajinasi masuk dalam satu lagu dengan uraian nada dari penyanyi atau instrumen tertentu. Untuk itu, akan lebih baik kalau sebelum mencari ide kreatif, kita perlu memahami kelima bahasa tersebut dari lagu yang akan dibuatkan video klip. Kita harus memahami benar tempo birama dari lagu tersebut apakah slow beat, fast beat, midle beat? Atau perpaduan semuanya? Rasakan birama nada. Resapi dan ketuk kaki atau menggunakan jemari tangan mu di atas meja untuk mendapatkan tempo yang tepat. Setelah itu, kita masuk ke proses musikalisasi (instrumen musik).


Selanjutnya, nah ini nih... seorang pembuat video klip juga dituntut cukup mengerti wawasan musik, karena itulah yang akan memberi warna dari video klip yang akan kamu garap. Selain juga untuk membangun emosi dari video klip musik tersebut. Hal lainnya adalah perhatikan juga aransemen lagu, kalau perlu diskusikan dengan penata musik ”mengapa aransemennya dibuat seperti ini?" Selanjutnya, giliran aluran nada-nada menjadi perhatian. Nyanyikanlah lagu ini, dalam hati, atau kalau perlu di kamar mandi untuk melengkapi imajinasi kamu.

Yang terakhir, perhatikanlah performen dari si penyanyi atau pemusik. Selami karakter mereka. Gali setiap sisi profil diri mulai dari latar belakang, pendidikan, pengalaman musik, hingga ke urusan profil untuk wajah, hidung, kuping, mimik, style, fashion dan gerakan tubuh. Setelah itu, persepsikanlah imajinasi kita dari penampilan penyanyi ke dalam lagu, nada, lirik, dan aransemen secara visual. Apakah cocok dengan simbolisasi atau verbal? Ini adalah kunci pertama. Jangan sampai salah persepsi.

Disarikan dari berbagai sumber

Oleh : Anton Mabruri (Praktisi Broadcast tv, Filmmaker dan Penulis)
Previous
Next Post »

supported by