Thursday, 22 February 2018

HAPPY VALENTINE – LAWAN INDUSTRI KREATIF DENGAN KREATIF
Apa gerangan yang membuat Valentin dan Imlek menjadi bahan pergunjingan oleh orang-orang di negeri ini. Rupanya adalah mereka melabeli bahwa kedua perayaan tersebut adalah haram (tidak boleh) oleh kalangan muslim. Saya pun kemudian hanya terdiam, kita ini sebenarnya terkena paham apa sih sampai-sampai semua hal yang berbeda dengan kita semua dilabeli haram. “pelik dan picik hidupmu itu.” Telah berabad lalu, jika kita tahu bahwa perayaan seperti Valentin, Imlek, Tahun Baru Masehi dan lain-lain adalah sebuah produk kreatif yang mereka canangkan dengan tujuan untuk mendongkrak penjualan produk-produk hasil buatan mereka pula. Lah kok ya tiba-tiba masuk di negeri ini, acara semacam itu dilabeli sebagai sebuah paham agama. Yang akhirnya keluarlah fatwa haram, sampai lebaran monyet pun persoalan ini tidak akan pernah bertemu. Dan itu yang sangat keliru, mestinya kita lawan dengan produk yang sama kreatif pula bukan terus menerus menghujat.

Kapan ada film Indonesia yang terakhir kamu tonton kemudian di salah satu scene terdapat adegan menyelip yang membanggakan (minimal mengisahkan) tentang idul fitri atau idul adha, yakni sebuah perayaan wajib (dalam artian kudu dirayakan) oleh kamu umat muslim. Coba perhatikan semua film-film Hollywood semua terselip scene atau shot tentang perayaan perayaan tahun baru dan perayaan merry christmas, pelan-pelan mereka membangun industri kreatifnya dengan doktrin-doktrin simpel budaya lewat film.

Kenapa hari-harimu penuh hujatan, kalau kita menganggap kita ini muslim terbesar sudahkah ada hari besar islam yang kamu buat menjadi sebuah industri kreatif yang bisa menghasilkan banyak nominal sama seperti mereka mem-brainwash betapa meriahnya hari valantine yang identik dengan cokelat, hari raya imlek yang identik dengan lampion, angpao dan dodol. Berikutnya perayaan hari lahir kristus dan tahun baru masehi yang identik dengan lampu, bunga-bunga, terompet dan lain sebagainya yang membuat berbondong-bondong kita hanyut untuk ikut berpartisipasi. Yaa minimal saat valentine kamu beli coklatlah untuk si dia...hehhee...

Lalu hari raya idul fitri identik dengan baju baru dengan ketupat dengan salam-salaman. Soal baju baru ini sudah masuk industri kreatifnya, tetapi kupat? Sudahkah kupat atau ketupat menjadi produk kreatif seperti coklat, mungkin waktunya kamu buat kupat rasa coklat hehehe... Hari raya idul adha identiknya dengan berkurban kambing, sapi, dan binatang ternak lainnya. Bisa saja kita menumbuhkan industri kreatif yang mendunia dengan membuat boneka-boneka binatang ternak hiburan pengganti tak bisa berkurban. Perayaan tahun baru islam (tahun baru hijriah) identik dengan kasih sayang untuk para yatim piatu, kenapa tidak disamakan seperti perayaan hari valentine dengan subjek kasih dan sayangnya berubah yakni yatim piatu.

Jadi semua ini adalah tantangan masa depan bangsa ini sekaligus tantangan keberlangsungan kehidupan Nusantara ini dalam beragama. Masihkan kamu menghujat valantine, imlek, tahun baru masehi dan lain-lain adalah haram. Ah kamu fikir itu produk agama? Padahal bukan sama sekali dan tak ada kaitannya sama sekali.

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat