Jangan Sombong, Iblis Saja Yang Sombong

Apa yang membuat kita terlempar dari kehambaan kepadaNya?

Dikisahkan kepatuhan makhluk yang bernama iblis itu bahkan melebihi kepatuhan malaikat dan makhluk lainnya. Ia mampu bersujud kepada Allah Sang Pencipta ribuan bahkan jutaan tahun tak henti-hentinya, berapa pahala yang telah iblis raih dari ibadahnya tersebut, tentu saya juga tak tahu. Suatu waktu Allah swt ciptakan mahkluk bernama Adam, sebagai cikal bakal manusia yang terlempar ke dunia hingga kini. Saat itulah iblis mulai sombong menampakkan dirinya jauh lebih baik dari makhluk apa pun yang Allah ciptakan. Ketika Allah meminta iblis untuk bersujud kepada Adam (sebagai bentuk penghormatan), iblis menolak dan ia mengatakan “ana khairu minhu” (aku lebih baik darinya) kata iblis. Maka Allah pun melaknat iblis dan keturunan iblis mengusirnya dari surga.

Kisah barusan saya dengar dari cerita Kiai-kiai di pesantren, kecongkakan iblislah yang membuat Allah melaknat dan mengusir iblis dari surgaNya. Allah tak melihat berapa banyak ibadah yang telah iblis lakukan di hadapanNya. Artinya manusia sebaik apa pun (misalnya, rajin ibadah, rajin puasa, sholat dan ibadah-ibadah lainnya) jika di dalam dirinya (hatinya) merasa paling baik dari makhluk lain maka di situlah nilai kesombongan dalam diri manusia. Sudah sepantasnya ia akan bernasib seperti iblis yang kemudian dilaknat olehNya.

Saya sejak dulu diajari oleh para Kiai di madrasah dan pesantren untuk beribadah kalau bisa tanpa seorang pun tahu. Tapi akhir-akhir ini banyak sekali fenomena yang mengaku dirinya paling sholeh, paling rajin ibadah dan paling terbaik dari yang lainnya serta meremehkan manusia-manusia lainnya, entah itu lewat ceramah yang ia sampaikan atau tindak-tanduk yang ia lakukan. Padahal salah satu hal yang membuat ibadah kita tertolak adalah kita merasa lebih baik dari yang lainnya. Cirinya mudah, memamerkan dirinya sedang sholat, memamerkan dirinya sedang shodaqoh dan memamerkan dirinya sedang berbuat baik. Kita sudah tahu banyak gerakan ibadah hari ini seperti gerakan kampanye untuk ini itu dan lain sebagainya. Padahal itu semua bentuk kecongkakan diri, seperti halnya iblis yang mengatakan “aku lebih baik darimu”.

Maka agar perjalanan singkat kita ini berakhir baik (khusnul khatimah), niat ibadahmu hanya untuk Allah swt pun juga tak perlu diumbar-umbar apalagi merendahkan manusia lain yang tidak sepertimu.

Wallahu a’lam bish showab
Previous
Next Post »

supported by