BEDAH KURIKULUM NASIONAL (KURIKULUM 2013) UNTUK C1 BROADCAST TV

Banyaknya pertanyaan kepada saya tentang kurikulum SMK Broadcast, terutama pada C1 (Dasar Bidang Keahlian), C2 (Dasar Program Keahlian), dan C3 (Paket Keahlian). Kiranya saya perlu berbagi pengetahuan dan latar belakangnya kepada teman-teman. Sebelum saya jelaskan kurikulum broadcast secara detil, perlu diketahui bahwa kurikulum ini dirancang sejak lama tepatnya tahun 2008 oleh teman-teman AGBI. Kemudian menjelang akhir pengesahan, saya, Mas Ary Agung SMKN 3 Batu, Teh Linda SMKN 1 Cimahi, Mbak Niniek SMKN 1 Semarang, dan Ki Hartanto IKJ serta mendapat dukungan perwakilan dari P4TK Seni Budaya Yogyakarta (Bu Marti dan Pak Toto) mendampingi kami dalam menyusun draft kurikulum revisi tersebut di Bandung. Perdebatan diantara kami cukup alot terutama dari pihak P4TK yang memang mereka mungkin baru melihat kami, padahal sejak 2008 kami telah melakukan pembenahan kurikulum namun hasilnya selalu kandas. Saya bersyukur akhirnya Kurikulum itu pun telah disahkan, sehingga saya pun bekewajiban memberi materi tambahan yang tidak terdapat dalam KI maupun KD. Kita mulai saja dari C1 (Dasar Bidang Keahlian)

Simulasi Digital 
Simdig atau simulasi digital telah cukup jelas, sebab materi ajar telah disiapkan oleh kemendikbud. Yang menjadi perhatian dalam materi ini, sebaiknya sinkronkan dengan materi editing dasar. Solusinya bisa saja yang mengajar simdig adalah guru mata pelajaran editing dan grafis atau multimedia.

Pengantar Seni
Materi pengantar seni, sebaiknya melihat paparan yang saya uraikan di dalam Naskah Akademik Seni Audio Visual.

Maka secara tidak langsung manifestasi pembentukan seni audio visual adalah sebuah gradasi antara ilmu komunikasi dan ilmu humaniora. Kenapa ilmu komunikasi mempengaruhi terbentuknya seni audio visual, secara tidak langsung menciptakan karya yang berbentuk audio dan audio visual tentu harus sampai kepada khalayak ramai (mass media). Selain itu pesan (content) yang disampaikan harus mendidik, menghibur, menginformasikan dan mengontrol civic social (sosial kemasyarakatan) atau alat kontrol masyarakat itu sendiri. 

Selanjutnya pada kajian Humaniora. Humaniora, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Balai Pustaka: 1988), adalah ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi, dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Kategori yang tergolong dalam ilmu ini antara lain:
Teologi
Filsafat
Hukum
Sejarah
Filologi
Bahasa, Budaya & Linguistik (Kajian bahasa)
Kesusastraan
Kesenian
Psikologi

Terkait dengan itu semua bahwa tidak dapat dipungkiri seni audio visual adalah sebuah penciptaan seni yang meramu semua aspek kehidupan masyarakat untuk disampikan kepada masyarakat kembali sehingga bila disampaikan sesuai harapan dalam ilmu komunikasi akan memiliki dampak keberadaban masyarakat yang lebih baik. 

Dalam seni audio visual terdapat penggabungan unsur/cabang seni yang lain, antara lain sebagai berikut : 

1. Seni Rupa
Karya Seni ini dapat di nikmati dengan indra penglihatan ( visual ) dan perabaan. Seni rupa biasanya memanfaatkan unsur garis, bidang, warna, tektur, dan volume. Contoh hasil karya seni rupa adalah Lukisan, Kaligrafi, Poster, Reklame, Spanduk, Patung, Diaroma, Kursi, Meja, dan Seni kerajinan.
2. Seni Musik
Karya Seni Musik dapat di nikmati dengan indra pendengaran (audio) yang di bentuk dari unsur nada, dan, bunyi dalam alat musik, suara manusia ( vokal ), atau gabungan keduanya.
3. Seni Tari
Seni Tari adalah seni yang di wujudkan melalui gerak, ruang, waktu, irama, wirasa, wiraga, dan, susunan unsur gerak angota tubuh secara teratur menurut pola – pola tertentu sehingga menimbulkan gerakan yang indah dan mempesona. Karya seni ini dapat di nikmati dengan indra penglihatan dan indra pendengaran (audio visual)
4. Seni Teater
Seni Teater adalah seni yang memadukan unsur gerak dan kata. Biasanya dalam teater terdapat naskah, penokohan, latar/tempat, dan alat pengiring. Seni Teater dapat di nikmati dengan indra penglihatan dan pendengaran ( audio visual ). Contoh teater yang terkenal adalah teater Koma.
5. Seni Sastra
Seni Sastra adalah seni yang mengungkapkan pengalaman jiwa dan perasaan dalam bentuk bahasa, tulisan, dan kalimat yang mengandung nilai estis untuk mendapatkan kepuasan rohani. Bentuk karya sastra dapat berupa prosa (struktur bahasanya bebas), puisi (strutur bahasanya terikat/berirama), dan drama (struktur bahasanya disusun dalam bentuk lakon atau cerita)

Akan lebih ringkas seperti berikut ini, penulis ambil contoh Program Televisi format Drama dan Produksi Film tentu akan menghasilkan penggabungan seni yang maha dahsyat seperti terurai dalam ringkasan berikut ini :
1. Unsur seni sastra yang bertutur lewat bahasa.
2. Unsur seni teater yang bercerita lewat gerak tubuh (geasture) dan mimik.
3. Unsur seni rupa yang bertutur lewat lukisan dan tulisan-tulisan atau grafis.
4. Unsur seni suara yang bertutur lewat nyayian.
5. Unsur seni musik yang bertutur lewat alunan-alunan nyiur gitar, seruling, drum dan yang lainnya. 

Serta unsur seni arsitektur yang diwujudkan lewat setting tempat yang sangat mendukung keindahan gambar.

Dasar-dasar Kreativitas
Pada materi ini, yang Anda bangun adalah pondasi seni kreatif yang berorientasi pada industri kreatif khususnya yang berhubungan dengan Seni Audio Visual. Pun sudah saya kemukakan dalam Naskah akademik yang menjadi pondasi pada kurikulum nasional untuk Seni A/V.

Dari definisi tersebut, pemerintah kemudian membagi industri kreatif ke dalam 14 subsektor, yakni:
1. Periklanan: jasa periklanan, termasuk produksi material iklan, kampanye relasi publik, dll.
2. Arsitektur: berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, dll. 
3. Pasar barang seni: perdagangan barang-barang asli, unik, dan langka lewat galeri, lelang, dll.
4. Kerajinan: berkaitan dengan kreasi produk dari tenaga pengrajin yang tidak diproduksi massal.
5. Desain: terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, dll.
6. Fashion: terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan aksesori mode lainnya. 
7. Video, film, dan fotografi: produksi video, film, dan jasa fotografi, termasuk proses distribusi.
8. Permainan interaktif: kreasi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, edukasi, dll.
9. Musik: kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi rekaman suara.
10. Seni pertunjukan: konten produksi pertunjukan, misal opera, musik teater, drama, tarian, dll. 
11. Penerbitan dan percetakan: penulisan konten dan penerbitan buku, majalah, koran, jurnal, dll.
12. Layanan komputer dan piranti lunak: layanan komputer, olah data, piranti lunak, dll. 
13. Televisi dan radio: kreasi konten acara, transmisi konten, station relay, dll. 
14. Riset dan pengembangan: penemuan dan penerapan ilmu dan teknologi.

Pembagian dan pendefinisian di atas menjadi sangat jelas tentang siapa saja yang paling banyak berperan dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) tentu adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia audio visual. Dari 14 subsektor 7 di antaranya (yang ditebalkan hurufnya) berhubungan langsung dengan penciptaan seni audio dan visual. 

Kompetensi dan keahlian yang diperlukan tidak semata untuk menjadi operator atau asisten pelaksana pada proses produksi di perusahan media atau lembaga media audio visual, akan tetapi justru self production untuk ajang kampanye, kompetisi dan penjualan konten secara langsung. Hal ini tentu sesuai dengan tujuan awal SMK/MAK yakni menciptakan para wirausahawan muda sehingga mengubah tatanan bangsa yang konsumtif menjadi tatanan bangsa yang produktif.

Oleh
Anton Mabruri KN
Ketum AGBI

Previous
Next Post »

supported by