Friday, 9 November 2018

Penerapan Kreativitas Dalam Seni Audio Visual

Pada penjelasan sebelumnya sudah penulis paparkan dari 14 subsektor yang ada pada definisi industri kreatif teradapt 7 yang menjadi bagian dari seni Audio Visual. Ketergantungan manusia pada sebuah tampilan (konten) audio visual telah merambah ke semua sektor kehidupan. Semisal pada bidang pertanian, Anda para broadcaster dan filmmaker dapat membuat sebuah konten berupa dokumenter tentang keseharian para petani dalam menanam dan membudidayakan tanaman padi sebagai makanan pokok. Kelihatannya biasa saja ketika Anda mencoba menggarap konten audio visualnya, bahkan mungkin Anda pun tidak tertarik. Tetapi sebenarnya konten dengan jenis yang spesifik (hanya jenis padi) jauh lebih menarik dan diperlukan di masa-masa mendatang.

Setelah Anda melakukan penggarapan konten audio visual, Anda kadang berfikir apakah nanti konten tersebut akan tayang di televisi nasional? Pandangan semacam itu mulai sekarang harus Anda ubah jauh-jauh, hari ini semua platform digital telah mendukungnya Anda tinggal memilih hendak menayangakan program tersebut di mana dengan platform apa pun tersedia cukup luas. Sejarah panjang National Graphic Chanel, awalnya adalah Yayasan National Geographic didirikan di Amerika Serikat pada tanggal 27 Januari 1888 oleh 33 orang yang tertarik meningkatkan pengetahuan geografi mereka. Namun Pada bulan September 1997, National Geographic Channel pertama di dunia diluncurkan di Eropa dan Australia. Bulan Juli 1998, National Geographic Channel Asia diluncurkan atas kerjasama dan distribusi dengan STAR TV (sebelum menggantikan NBC Asia Channel. Hal yang sama terjadi pada NBC Europe tahun 1998). Hari ini, saluran tersebut dapat ditonton di 143 negara, 160 juta rumah dan dalam 25 bahasa.

Ide-ide kreatif tidaklah muncul begitu saja, namun ada aspek-aspek yang mempengaruhi tumbuhnya kreativitas itu sendiri. Aspek-aspek kreativitas menurut Ellis Paul Torrance dalam teori Torrance Tests of Creative Thinking (TTCT) (dalam Heinkel, 2002) adalah:

a. Fluency (Kelancaran)
Fluency atau kelancaran mengacu pada sejumlah besar ide, gagasan, atau alternatif dalam memecahkan persoalan. Kelancaran menyiratkan pemahaman, tidak hanya mengingat sesuatu yang
dipelajari.

b. Flexibility (Fleksibilitas)
Fleksibilitas mengacu pada produksi gagasan yang menunjukkan berbagai berbagai kemungkinan. Fleksibilitas melibatkan kemampuan untuk melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda serta menggunakan banyak strategi atau pendekatan yang berbeda.

d. Originality (Keaslian)
Keaslian melibatkan produksi dari gagasan yang tidak biasa atau unik. Keaslian juga melibatkan penyampaian informasi dengan cara baru.

c. Elaboration (Elaborasi)
Elaborasi adalah proses meningkatkan gagasan dengan membuatnya menjadi lebih detail. Kejelasan dan detail tambahan akan meningkatkan minat dan pemahaman topik tersebut.

Setelah semua tercirikan, Anda pun akan memulai sebuah penerapan bagaimana sebaiknya ketika Anda membuat konten dan setelahnya memancarluaskannya sehingga konten yang Anda garap betul-betul bermanfaat bagi kehidupan dan eksistensi diri jualah yang akan terjaga.

oleh Anton Mabruri KN (Praktisi Broadcast tv, filmmaker dan penulis)

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat