AKU INDONESIA

I AM

image
Hello,

I'm Mahapatih Anton

Saya seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Saya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

"Saya Ingin Memperbaiki Indonesia, kata-kata ini lebih tepat untuk saya gunakan. Kita tidak lagi mungkin me-Revolusi sebuah Indonesia yang sudah menjadi bangsa (nation) kuat dari semua aspek. Kita hanya perlu Reparasi (memperbaiki) komponen-komponen yang rusak dengan komponen-komponen yang baru dan canggih. Dan saya adalah bagian dari komponen itu". Yang Copas [Copy Paste] isi blog ini tetap harus menghargai hak intelektualitas blog ini.


Workshop
Workshop Multimedia

Div. Humas POLRI - Narsum

Workshop Filmmaking, Broadcast & Multimedia

Kominfo Padang Panjang - Narsum

Workshop Content Program TV

Pustekkom-Kemendikbud - Narsum


Experience
Mahapatih Indonesia

CEO/Sutradara

AGBI

Ketua Umum 2013 - 2018

Freelancer

Creative Design Program TV, Penulis (Buku, Novel).


My Skills
Design & Editing
TV Programming Concept
Workshop & Guest Lecturer
Consultant Broadcast TV & Film

208

Awards

1800

Happy Partners

5964

Projects Done

5800

Film & Video

WHAT CAN I DO

Web Audio Visual Content

Membuat konten untuk tayang web series atau non series

Workshop & Courses

Sebagai Mentor, Pemateri dan Narasumber

Graphic Designer

Menciptkan konten visual mulai dari logo sampai branding

Writer & Scriptwriter

Penulis buku seni/media audio visual, novel & puisi. Penulis cerita film, drama tv & program non drama tv

Filmmaking

Sutradara, producer & scriptwriter

Consultant TV & Film

Menjembatani dan mengkonsultani bidang broadcast tv dan film

LITERASI & SOME OF WORK

Apa yang kamu takutkan dengan IDEOLOGI?

IDEOLOGI adalah suatu kumpulan gagasan, ide-ide dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu bangsa dan negara.

Kemudian saya tidak akan peduli dengan semua sangkaan kepada saya sesuai sangkaan mereka. Kamu bisa saja mengira saya berideologi liberalis, sosialis, atau kamu mengira saya memiliki ideologi kapitalis dan sejumlah sebutan lain yang benar-benar kamu takutkan. Yang paling menakutkan adalah saat sebagain orang meneriakkan P-K-I. Semua akan terperanjat dan teringat pada situasi tahun-tahun itu, antara tahun 1965 sampai dengan 1968. Saat itu paham komunis (Maxisme) merajalela di mana-mana di seluruh tanah Nusantara ini. Ah saya tak ingin mendengar dan melihat semua itu, sejarah buram yang hingga kini belum terang benderang. Entah oleh apa dan mengapa? Tapi saya perlu baca dan palajari itu.

Yang saya sebutkan semua itu adalah paham politik (ideologi politik). Ada banyak Contoh ideologi politik di belahan dunia ini, sebut saja : Anarkisme, Kapitalisme, Komunisme, Komunitarianisme, Konservatisme, Neoliberalisme, Demokrasi Islam, Demokrasi Kristen, Fasisme, Monarkisme, Nasionalisme, Nazisme, Liberalisme, Libertarianisme, Sosialisme, dan Demokrat Sosial.

Dan betul Negeri ini menganut ideologi Demokrasi Pancasila. Apakah warganya tidak boleh menganut ideologi yang lain? Jawabnya iya. Kamu boleh belajar tentang ideologi lain, tetapi kamu tidak bisa terapkan ideologi selain Demokrasi Pancasila menjadi ideologi baru di negeri ini.

Mengapa kita takut dengan ideologi yang lain?

Jadi begini, banyak diantara kita yang dulu tidak bisa olahraga berenang, sehingga saat diajari berenang kamu iya kamu.. akan mengatai bahwa berenang itu bahaya bisa hanyutkan dan mematikan dan kemudian segala macam cibiran tentang bahaya renang ini itu dan lain-lain. Atau dulu saat kita belum bisa naik (baca : mengendarai) sepeda pun sama, kita akan mengatakan kepada yang bisa naik sepeda dengan cibiran serta cacian macam-macam. Hal yang sama pada saat kamu iya kamu.. tak bisa mengoperasikan HP modern (smartphone) pun kamu akan mengatakan “ah HP apa itu...? kook susah banget, kok aneh..” dan segala macam cibiran yang keluar dari mulutmu. Dan apakah setelah kamu bisa berenang, bisa naik sepeda, dan bisa bermain smartphone kamu masih mencaci? Ah rasanya itu tak ada lagi, bahkan kamu bisa naik sepeda dengan ketawa-ketiwi, bermain HP dengan candaan sumringah, dan berenang dengan bermacam gaya “banyak gaya sih lo...” hahahhahha...

Begitu pula hari ini terjadi, bagaimana mungkin kamu akan tahu rasanya paham/ideologi yang saya sebutkan di atas padahal kamu sendiri belum pernah belajar dan bisa. Sementara kamu mencibir lebih dulu, mencaci lebih awal, bahkan menuduh lebih kejam. Apakah kamu pernah mempelajari dan membacanya sekedar untuk pengetahuan? Mengapa yang lebih awal keluar dari fikiran kita adalah penolakan dan lain-lain? Bangsa ini tidak akan pernah besar kalau belum merenangi pengetahuan yang lebih luas, belum manaiki ilmu pengetahuan yang lebih tinggi, dan belum menyelami dalamnya ilmu pengetahuan yang ada di muka bumi ini. Mereka yang mempelajari semua hal di dunia hingga detik ini tak pernah memasalahkannya bahkan dengan santainya mereka bisa merajai peradaban yang ada di dunia ini.

Dan mengapa mereka menjadi bangsa besar?

Karena mereka tidak ciut otaknya, tidak kerdil pemahamannya dan terbuka akan pengetahuan yang ada. Kamu iya kamu... nyaris setiap hari ditakut-takuti, sebagian dengan ancaman dan hukaman sebagian dengan fitnah dan sebagian dengan cibiran antar sesama termasuk mungkin ke saya. Simpulannya hari ini semua itu terjadi, kamu yang tak tahu menahu soal ilmu yang kamu ketahui pun tiba-tiba di media sosial dengan lantang kamu menyalahkan. Tidak cukup menyalahkan, bahkan kamu dengan nggragas memfitnah padahal kamu belum tahu apa-apa soal yang kamu komentari dan kamu lukai.

Jadi jelaslah, siapa saja yang masih terus mencaci dan memaki bahkan sampai memfitnah sebenarnya otak mereka kerdil bahkan dungu. Sebab apa? Sebab kamu tidak mau terbuka dan mempelajari ilmu apa pun di dunia ini.

Tulisan ini berlaku untuk kamu para orang tua, dosen, guru, murid, mahasiswa/i, siswa/i, santri, dan orang-orang yang masih ciut pengetahuannya. Cobalah terbuka, sebab ketika kita bisa mengendarai sepeda selanjutnya kita bisa mengendarai sepeda motor dan selanjutnya mengendarai mobil serta selanjutnya kita berkeliling dunia. Itulah pengetahuan hidup.

Masih mau ditakut-takuti? Kopi itu pahit bro...

Selanjutnya mari ngupi dengan saya untuk kesekian kalinya, rasa tetap pahit tapi nikmatnya ndak ketulungan.

BUKU BROADCAST : Panduan Produksi Program TV NONDRAMA dan DRAMA


Terdapat dua jenis judul buku broadcast yang ditulis Anton Mabruri KN antara lain :

1. Buku Panduan PRODUKSI PROGRAM TV DRAMA
Deskripsi Buku :
Telah terjadi perubahan besar dalam dunia penyiaran di Indonesia selama dua dasa warsa terakhir ini. Munculnya beberapa stasiun Televisi Nasional (Televisi Publik dan Swasta) dan Televisi Lokal ( Televisi Komunitas dan Berlangganan) merupakan salah satu indikasi besarnya animo masyarakat pada salah satu media komunikasi elektronik modern ini.

Buku ini membahas secara terperinci seni audio visual, terutama yang berhubungan langsung dengan film, video, dan televisi. Buku Produksi Program TV Drama ini menyajikan pokok bahasan, mulai dari manajemen produksi hingga penulisan naskah. Di sini, tersaji bagaimana langkah demi langkah untuk membuat konten siaran yang baik sesuai kaidah dan etika yang ada di negeri ini, mulai dari proses pra produksi - produksi - pasca produksi.

Kawan-kawan broadcaster tv, film, dan video bisa mendapatkannya.

Detil Buku
Jumlah Halaman 384
Tanggal Terbit Jul 9, 2018
ISBN 9786020504117
Bahasa Indonesia
Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia
Berat 0.45 kg
Lebar 14 cm
Panjang 21 cm

Pesan Online klik di sini : https://www.gramedia.com/pr…/panduan-produksi-acara-tv-drama

2. BUKU Panduan Produksi Acara TV Non-Drama
Deskripsi Buku :
Telah terjadi perubahan besar dalam dunia penyiaran di Indonesia selama dua dasa warsa terakhir ini. Munculnya beberapa stasiun Televisi Nasional (Televisi Publik dan Swasta) dan Televisi Lokal ( Televisi Komunitas dan Berlangganan) merupakan salah satu indikasi besarnya animo masyarakat pada salah satu media komunikasi elektronik modern ini.

Buku ini menyajikan pokok bahasan, mulai dari manajemen produksi hingga penulisan naskah program tv non-drama. Di sini, tersaji bagaimana langkah demi langkah untuk membuat konten siaran yang baik sesuai kaidah dan etika yang ada di negeri ini, mulai dari proses pra-produksi - produksi - pasca produksi.

Detil buku
Jumlah Halaman 416
Tanggal Terbit 9 Jul 2018
ISBN 9786020504124
Bahasa Indonesia
PenerbitGramedia Widiasarana Indonesia
Berat 0.5 kg
Lebar 14 cm
Panjang 21 cm

Pesan online klik di sini : https://www.gramedia.com/products/panduan-produksi-acara-tv-non-drama?fbclid=IwAR1cXqp4C6JLgysIVFCiCVrgNierCIR8WBoBdLhwvJZcU1XJwZ4CIGOxhyM

PANDUAN MENULIS NASKAH DUA KOLOM (STORYLINE)


Naskah dua kolom sering digunakan dalam pembuatan karya non fiksi (non-drama) seperti : dokumenter, dokumenter tv, feature, magazine dan lain sebagainya. Format naskah dua kolom ini juga sering digunakan dalam produksi multi kamera juga digunakan untuk iklan, company profile dan video instruksional.

Tidak seperti screenplay, naskah dua kolom ini tidak memiliki format yang benar-benar baku dan disepakati semua kalangan sebab jenis naskah ini akan terus berkembang sesuai dengan penulisnya, akan tetapi beberapa konvesi memunculkan standar bakunya. Penyajian di sini hanya ingin memberikan pengkajian ukuran bagi para calon broadcaster dan broadcaster pemula yang ingin membidangi dunia broadcasting. Berikut cara penulisannya :

1. Margin / Font
Margin (garis tepi) pada halaman masing-masing 1 inchi, font yang digunakan adalah jenis font mesin ketik atau jika Anda dapat menggunakan Microsoft Word jenis font Courier New dengan besar font 12 pt. Dengan garis tepi 1 inchi dan font Courier New 12 pt satu halaman kertas akan menghasilkan durasi 1 menit program. Di Indonesia biasanya menggunakan kertas ukuran A4, dengan satu halaman A4 ini akan mengahasilkan durasi 1 menit. Standar ini sampai hari ini masih digunakan.

2. Header 
Setiap halaman harus memilkik header yang setidaknya memuat nomor halaman dan judul, penulisannya seperti pada screenplay yakni berada di atas sebelah kanan halaman. Informasi header berbeda-beda mulai dari : judul, slug, nama, klien, tanggal, dan lain sebagiannya.

3. Kolom (Column) 
Terdapat dua kolom, kolom sebelah kiri untuk video dan kolom sebelah kanan untuk audio. Deskripsi shot dicantumkan (ditulis) dalam kolom video ditulis secara horizontal sejajar (serasi) dengan kolom audio yang mencantumkan suara/bunyi backsound, sound atau dialog.

4. Label Kolom (Column Label) 
Pelabelan kolom menggunakan VIDEO dan AUDIO di atas dari setiap kolom dan diberi garis bawah, walaupun bukan hal yang perlu. Sebab secara tidak langsung pelabelan (penulisan) VIDEO dan AUDIO di setiap kolom akan memakan jumlah spasi dan dapat mengurangi durasi. Artinya pelabelan di atas kolom sebenarnya bukan sesuatu yang perlu (mutlak).

5. Pembagian Garis (Dividing Line) 
Pembagian garis kolom terbagi menjadi dua kolom yakni kolom Video dan Audio secara vertikal, dalam penulisannya pun akan mengikuti secara otomatis ke bawah. Pembagian garis ditulis per-action (per-adegan) hal ini untuk memudahkan Anda melihat berapa jumlah shot yang harus diambil.

6. Capitalization - Penggunaan Huruf Kapital (huruf besar) 
Penulisan kata dengan huruf kapital bukan untuk kalimat yang diucapkan tetapi lebih kepada kalimat yang menunjukan pada kolom video seperti nama karakter, dan pada audio musik dan sound efek. Kata-kata untuk penampil ditulis dengan huruf reguler dan huruf kecil hal dilakukan karena :
a. Riset mengatakan bahwa dengan menggunakan huruf kecil memudahkan untuk dibaca dari menggunakan huruf besar CAPS LOCK semua.
b. Penggunaan huruf kapital tidak pada semua kata (kalimat), akan mempermudah mencirikan mana yang beruap action mana yang berupa dialog.

7. Video 
Di dalam kolom video mendiskripsikan semua shot yang digunakan seperti : type of shot, camera movement, camera angle, dan spesial efek yang digunakan dalam shot. Ada perbedaan dengan penulisan deskripsi antara naskah dua kolom dengan screenplay, untuk penulisan naskah dua kolom penulisan contoh type of shot ”close-up” hanya disingkat dengan ”CU” sedangkan pada screenplay harus lengkap ”close-up”. Dalam penulisan deskripsi di kolom video pun dengan menggunakan spasi ganda bukan single spasi, ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam memberi catatan-catatan atau semacam koreksi ulang.
Contoh :
LS DIMAS BERDIRI DI SEBUAH JENDELA 
DIA MENGANGKAT CANGKIR BERISI TEH 
DAN MEMINUMNYA DENGAN SANTAI 
ZOOM IN HINGGA CU DIMAS 

8. Audio
Di dalam kolom audio biasanya berisi :
1. Karakter (Character)
2. Dialog (Dialogue)
3. Musik (Music)
4. Sound effect (SFX)

Kecuali dialog yang penulisannya dengan menggunakan huruf kecil sedangkan yang lainnya menggunakan huruf besar. Bahkan dalam penulisan musik dan sound effect ditulis dengan huruf besar (CAPS) diberi buka kurung dan tutup kurung kemudian diberi garis bawah. Contoh :
(FADE IN MUSIK ROCK) 
(SFX: GELAS PECAH) 

9. Karakter (Character)
Karakter adalah nama pemain, penulisannya berada di kolom audio. Ditulis dengan huruf besar kemudian pada saat akan dialog diberi tanda titik dua atau dialog berada di bawahnya. Contoh :
LINA : SELAMAT PAGI, BU! 
boleh juga ditulis
LINA 
SELAMAT PAGI, BU! 

10. Spasi (Pemberian Spasi) 
Seperti sudah dijelaskan di atas bahwa penggunaan spasi dalam penulisan naskah dua kolom adalah spasi ganda baik di kolom video atau audio hal ini memudahkan Anda untuk memberi tambahan atau memberi koreksi pada naskah yang Anda buat. Contoh spasi yang digunakan pada kolom audio :
ANDIKA : Bro… kemarin kemana? 
Aku cari-cari malah menghilang 
DUDIN : (Tersenyum) Iya maaf... 
Kemarin bantuain ayah ke Kebon 
ANDIKA : Kebon binatang maksud kamu? 
(SFX: tertawa)

Lihat contoh naskah dua kolom dalam dokumenter tv di bawah ini 
Contoh lain dalam naskah berita berikut ini  



Disarikan dari Buku Produksi Program TV Nondrama - Grasisndo 2018 : Anton Mabruri KN

Lupa Tuhan

Siang hari terik, Kuncung dan Si Mbah yang tengah sibuk mengurusi sawah begitu semangatnya. Sadar sudah sejam lebih rantang makanan yang dikirim dari rumah belum jua datang. Sementara Kuncung menepi ngiub di gubug, tak demikian dengan Si Mbah tetap bersemangat menyiangi rumput yang menggurita di tanaman cabenya.
“Cung... kamu sudah laper ya?!”
“Iya Mbah.. kenapa makanan belum juga datang”
Tak berfikir lama Si Mbah menghentikan pekerjaannya dan ia pun langsung ngeloyor begitu saja.
“Loh... Si Mbah mau kemana?”
“Ambil makanan.., kamu di sini saja..!”

Si Mbah menyisiri jalan menuju rumah, berjalan kaki walau sudah renta soal jalan cepat Si Mbah masih nomor wahid, dan semestinya hanya berkisar 10 menit Si Mbah telah sampai di rumah. Cerita berkisah lain, persis di persimpangan jalan Si Mbah melihat wanita tua buta hendak menyeberang, Nenek Tua itu sesekali mengucek mata dan mengusap keringat yang bercucur di wajahnya. Bergegas lamban Si Mbah meraih tangan wanita tua buta itu.
“Mari saya bantu..”
“Terima kasih...”
“Mau kemana Nek..?”
“Aku lapar belum makan seharian”
Si Mbah pun memapahnya menuju pada kerindangan pohon trembesi yang persis di pinggir jalan raya. Kecuali hanya suara bising dan deru mesin kendaraan yang lalu lalang melintasi jalan itu.
“Tunggu sebentar kamu di sini, saya ambil makanan dulu”

Baru saja hendak berlalu, Kuncung melihat Si Mbah tengah menuntun seorang Nenek Tua, Kuncung datang berlari menyusul Si Mbah.
“Ohww walah Si Mbah ini ngapain? Kok malah berduaan sama Nenek Tua itu”
Si Mbah pun terburu meninggalkan Nenek Tua itu di bawah pohon.
“Mbah...! Mbah...!” Kuncung meneriaki lantang ke arah Si Mbah, ia pun lantas berhenti dan menatapi tajam Kuncung.
“Ada apa Cung... kamu sudah kelaperan?”
“Iyalah... tak kira Si Mbah sudah balik membawa makanan, aku sudah laper benget nih Mbah”
Si Mbah hanya tersenyum, sementara Kuncung masih saja menggerutu kepada Si Mbah.

“Mbah.., ngapain di sini?” Dari arah balik Kuncung, Jamilah datang menghampiri mereka yang belum beranjak dari kerindangan pohon trembesi dan juga seorang Nenek Tua.
“Eh Jamilah... kaget aku, deg..degan nih... hehehe” Kuncung tersipu malu
“Udah laper ya?” Jamilah sedikit meledek Kuncung
“Eee...endak kok.. Cuma haus”
“Mana rantangnya? Kamu bawa berapa rantang?” Si Mbah menanyai Jamilah
“Tiga Mbah, dua nasi satu isi lauk”
“Sini-sini... lauknya apa? Tanya Si Mbah terburu-buru.
“Ada ayam, ada ikan asin, ada terong, ada urab, dan ada sambal trasi pastinya”
“Bongkar..bongkar, ayam mana ayam..?!” Si Mbah begitu terburu-buru mengambil rantang yang masih ada di tangan Jamilah, seolah ingin merebut makanan itu.
“Biasa aja dong Mbah, kan aku yang laper.. kok Si Mbah yang rebut...”
“Husss.. diam kamu, itu lihat! Nenek itu belum makan seharian.. dia butuh makan”

Si Mbah membongkar rantangnya mengambil nasi dan mengambil ayamnya untuk segera diberikan kepada Nenek Tua yang kelaperan.
“Nek ini makan ya..”
Tangannya hanya meraba, tanpa tahu makanan apa yang sedang ada di hadapannya.

“Ah payah nih... masa ayamnya dikasihkan ke dia”
“Loh emang kenapa?” Tanya Jamilah
“Biarpun Si Mbah kasih makanan enak sekalipun toh dia ndak akan tahu kalau Si Mbah ini orang yang dermawan dan baik hati”
“Iya betul Cung, dia tidak akan tahu.. tapi Allah tahu” Jawab Si Mbah
Jamilah pun hanya tersenyum, sementara Kuncung keselek makanan usai mengolok Si Mbah.

“Belajarlah memberi yang terbaik sekalipun kepada orang yang tidak melihat kebaikanmu, tapi Tuhan itu Maha Tahu apa yang kamu persembahkan”
“Tuh dengerin Cung” sahut Jamilah
“Kopinya mana Mil” Tanya Si Mbah
“Ini kopinya Mbah, kopi Ijen asli kiriman teman dari Bondowoso”
“Mantab kopinya...” Kuncung pun sumringah, dengan sesekali terengah-engah makan dengan penuh lahap.

Cermin (Cerita Mini) by Mahapatih Anton

Negeri Serius Yang Lupa Serius

Sore itu si Mbah kedatangan tamu tiga orang laki-laki muda yang sedang gandrung pada cucunya Si Mbah yang cantik itu. Kuncung yang tengah berleyeh-leyeh di teras rumah Si Mbah langsung ngibrit ke sawah memanggil Si Mbah. Tak lama Si Mbah pun ngucluk pulang bersama Kuncung.
“Kalian ini siapa?” Kuncung dengan gagahnya menanyakan kepada tiga laki-laki terebut.
“Aku Darto...”
“Aku Parto..”
“Aku Narto..”
“Mau apa kalian?” tanya Si Mbah
“Ingin meminang cucumu Mbah..” bertiga serentak kompak seperti trio kwek-kwek

Raut muka Kuncung dan Si Mbah terkaget, sebab tak ada angin tak ada hujan laki-laki muda itu datang mendadak seperti petir yang menyambar begitu saja. Sejenak Si Mbah memasuki rumahnya untuk sekedar menaruh peralatan sawahnya, sambil memikirkan kira-kira hal apa yang akan dia berikan agar laki-laki muda itu tidak berantem berebut cucunya Si Mbah seperti negeri ini yang selalu serius menghadapi persoalan.

“Ehemmm... jadi kalian ini mau melamar cucuku si Jamilah”
“Iya betul...”
“Betul Mbah..
“Bener banget...”
“Cung kamu tolong ambilkan pitik yang ada di dalam kandang, bawa kemari”
Kuncung pun menyegerakan mengambil ayam yang ada di dalam kandang. Meski dengan susah payah, tapi Kuncung berhasil menangkap satu demi satu ayam tersebut.

“Mbah berapa ayamnya yang diambil..!!!” teriak lantang Kuncung dari dalam kandang
“Tiga saja Cung...”

“Ini Mbah ayamnya...”
“Kalian bertiga, tolong bawa ayam ini dan silahkan sembelih ayam ini tanpa ada yang tahu siapa pun..”
“Baik Mbah..”
“Iya Mbah..”
“Siap Mbah..”
“Wah, guampang banget Mbah.., aku boleh ikutan ndak?” Tanya Kuncung sambil sedikit membisik ke Si Mbah. Mata Si Mbah pun mendelik kaget menatap Kuncung.
“Sana ambil ayamnya..” pekik Si Mbah

Darto, Parto dan Narto pun bergegas pulang membawa ayam Si Mbah, tak luput pula Kuncung yang ngibrit secepat kilat membawa ayam jago kesayangan Si Mbah untuk disembelih.
“Ingat... sembelih ayam itu tanpa ada yang tahu siapa pun..!!!” Si Mbah lantang mengulanginya.
“Baik....iya.. siyap.. oke...!!!” Serentak suara itu meninggalkan petang hari di teras Si Mbah.

Esok hari pun semua telah berkumpul dan melaporkan semua yang telah dilakukannya, bersama ayam masing-masing.
“Mana ayammu Dar..”
“Ini sudah mati sudah saya gorok.., aku jamin tak ada seorang pun tahu sebab aku nyembelihnya di bawah kolong tempat tidur”
“Kamu Par..”
“Sudah mati sudah saya sembelih, tadi minta bantuan adikku.., karena takut aku sendirian masuk rumah kosong suwung. Tapi sumpah Mbah yang tahu cuma adikku”
“Kamu Nar..”
“Udah donggg... nih ayamnya, kalau aku sih nyembelihnya di kamar yang aku kunci rapat tak ada yang tahu siapa pun”
“Aku ya sudah Mbah...” Kuncung yang datang terlambat sambil berteriak meyakinkan Si Mbah..
"Kapan kamu nyembelihnya, tadi malam kamu masih ngopi sama saya?"
"Justru itu, aku nyembelihnya tengah malam di tengah kuburan. Tak jamin tidak ada yang tahu siapa pun itu..."

“Hahahhahaa..” Si Mbah terbahak ngakak, mereka berempat pun saling clingukan menatap wajah masing-masing untuk meyakinkan kesalahan yang mereka lakukan.
“Mbah... kok tertawa..”
“Iya Mbah.. kenapa”
“Kenapa Mbah..”
“Saya bilang, tolong bawa ayam ini dan sembelih tanpa ada siapa pun yang tahu” Ucap Si Mbah.
“Sudah Mbah..”
“Iya sudah, eh aku ada adikku yang tahu ding..”
“Aku ya sudah..”
“Kamu Cung gimana?”
"Lha ini..." Kuncung segera menunjukkan ayamnya kepada Si Mbah. Pun membuat Si Mbah makin terbahak melihat mereka berempat.

“Hai.. kalian ini punya Tuhan tidak? Mana ada kalian menyembelih ayam tanpa ada yang mengetahuinya, tidak mungkin bukan? Tuhanmu Maha Tahu apa yang kalian lakukan, aku kira kalian hendak mengembalikan ayamnya dengan tantangan ini, ternyata ndak. Jadi kalian semua batal menikahi cucuku Si Jamilah”
Darto, Parto dan Narto pun hanya melongo mendengar penjelasan Si Mbah.

“Iya juga ya Mbah..” Kuncung menyahutinya

“Kalian ini meremehkan Tuhan, apalagi pada saat sendiri seolah tanpa ada yang melihat. Kalian lantang meneriakkan asma Tuhan, tapi hati kalian tak bersama Tuhan. Mending kita ngopi aja ya.. biar kalian tidak serius menghadapi hidup.. Cung buatkan kopi untuk Darto, Parto dan Narto biar tahu rasanya kopi winey yang tidak memabukkan..”
“Siap Mbah...”

Cermin (Cerita Mini) oleh Mahapatih Anton

SPIRITUALITAS AGAMA CINTA


Jika tulisan ini masih saja kamu anggap ini adalah pembelaan atas rentetan peristiwa (#JANGANSURIAHKANINDONESIA) yang belum jua reda, artinya hatimu belumlah luas seluas kalam tauhid yang telah kamu bela berjilid-jilid. Agama islam yang jika kita maknai secara kalimat kurang lebih demikian, “islam” bermakna damai atau perdamaian. Itulah mengapa sebab islam diturunkan dipaling akhir bersama kitab al quran, berbeda dengan yang sama-sama agama samawi (agama yang diturunkan dari langit) seperti yahudi dan nasrani. Islam membawa pesan damai bagi semesta alam. Kenapa islam di daratan Timur Tengah menjadi petaka (perang saudara seiman) bagi mereka, berarti islam bukan agama damai dong? Iya juga ya... hehehe...

Apa yang mereka perebutkan sebenarnya?

Tidak lain dan tidak bukan adalah soal “klaim kebenaran”, dan yang paling kentara adalah soal jatah kekuasaan, mereka saling mengklaim berebut kebenaran hingga berujung pada keonaran, mereka saling menjatuhkan satu suku dengan suku lainnya hanya ingin menguasainya. Inilah kelirunya, mereka memaknai islam bukan lagi agama damai tetapi menasbihkan diri bahwa islam agama paling benar (sebagai hipotesa awal).

Kita telusuri yuk sambil ngopi...

Dalam catatan sejarah orang-orang khawarijlah yang pertama kali memainkan islam menjadi sebuah politisasi lacur, di mana bermula pada saat Rasul selesai memenangkan peperangan dan mendapatkan harta rampasan kemudian membagi secara benar. Di anatara mereka ada yang memprotes “Rasul Anda ini tidak adil membaginya” hingga membuat Umar ibn Khatab marah dan ingin menghunuskan pedangnya sayangnya Rasul melarangnya (Al hadits). Kaum Khawarij ini berlanjut hingga zaman Ali bin Abi Thalib, semula justru khawarij ini adalah pendukung Ali bin Abi Thalib namun akhirnya menjadi penentangnya, pun hanya karena ketidak puasana kekuasaan. -- Mereka disebut Khawârij karena keluar dari ketaatan kepada pemimpin (يخرجون من طاعة الامام), kemudian meninggalkan mereka dan jamaah (تركوا الائمة وخالفوا الجماعة). Awalnya adalah protes terhadap kebijakan pemimpin seperti dilakukan Dzil Khuwaishirah kepada Nabi. Giliran berikutnya berontak terhadap pemimpin seperti dilakukan Abdullah ibn al-Kawwa’ dan gerombolannya kepada Ali RA.

Kembali kepada makna islam, pesan besar dari islam sendiri adalah damai atau perdamaian atau keselamatan, sebagaimana islam diambil dari kata “salama” yang berarti keselamatan/kedamaian. Kok kenapa kamu hanya sibuk memaksakan kebenaran kepada semua makhluk di muka bumi ini, tidak menebarkan kedamaian. Kenapa ini? Ada apa ini?

Spiritualitas Agama
Mestinya agama haruslah menjadi spirit (semangat) yang menjelma dalam laku lampah hingga lazim dikatakan spiritualitas. Kita telah sering mengatakan kepada orang yang taat beragama dengan sebuatan orang tersebut mempunyai spiritulitas yang tinggi, bisa jadi memang ia memiliki ketauhidan yang tinggi. Jika memang demikian adanya, maka semestinya pandangan hidupnya terus semangat dalam berbagai aspek kehidupan. Spirit kasih sayangnya menebar bukan sebaliknya yakni menebar kusut sayat pada hatinya, isinya hanya menebar benci dan peperangan di negeri damai ini.

Apakah yang sesungguhnya kamu perebutkan dalam agamamu?

Bila agama adalah spiritualitas final maka seharusnya kita sudah tak memerlukan apa-apa, kecuali perjumpaan kita denganNya. Tak ada lagi kemudian memaksakan kebenaran apalagi keyakinan agama, tak adalagi caci maki antar sesama, tak ada lagi ketakutan-ketakutan (misal takut nanti golongan islam ini berkurang atau misal negeri ini berubah agamanya menjadi bukan islam oleh karena jajahan negeri asing) kok ya takut sih...? Padahal bentuk ketakutan-ketakutan semua itu, sama halnya kamu tak meyakini Zat Kekuasaan Allah Rabbul ‘Izzah, kamu tak meyakini Zat Keesaan Allahu Ahad. Lalu dimana letak ketauhidan dan spiritiulitas agamamu.

Wallahu a’alam
Mari ngupi menikmati indahnya dunia menuju ridlo ilah rabbi... srrrtttt... kopi Lembang ini memang mantap.
Sumber bacaan : https://geotimes.co.id/kolom/agama/lelaki-pemrotes-nabi-dan-khawarij-zaman-now/
http://www.nu.or.id/post/read/80943/demokrasi-kaum-khawarij

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat