AKU INDONESIA

I AM

image
Hello,

I'm Mahapatih Anton

Saya seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Saya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

"Saya Ingin Memperbaiki Indonesia, kata-kata ini lebih tepat untuk saya gunakan. Kita tidak lagi mungkin me-Revolusi sebuah Indonesia yang sudah menjadi bangsa (nation) kuat dari semua aspek. Kita hanya perlu Reparasi (memperbaiki) komponen-komponen yang rusak dengan komponen-komponen yang baru dan canggih. Dan saya adalah bagian dari komponen itu". Yang Copas [Copy Paste] isi blog ini tetap harus menghargai hak intelektualitas blog ini.


Workshop
Workshop Multimedia

Div. Humas POLRI - Narsum

Workshop Filmmaking, Broadcast & Multimedia

Kominfo Padang Panjang - Narsum

Workshop Content Program TV

Pustekkom-Kemendikbud - Narsum


Experience
Mahapatih Indonesia

CEO/Sutradara

AGBI

Ketua Umum 2013 - 2018

Freelancer

Creative Design Program TV, Penulis (Buku, Novel).


My Skills
Design & Editing
TV Programming Concept
Workshop & Guest Lecturer
Consultant Broadcast TV & Film

208

Awards

1800

Happy Partners

5964

Projects Done

5800

Film & Video

WHAT CAN I DO

Web Audio Visual Content

Membuat konten untuk tayang web series atau non series

Workshop & Courses

Sebagai Mentor, Pemateri dan Narasumber

Graphic Designer

Menciptkan konten visual mulai dari logo sampai branding

Writer & Scriptwriter

Penulis buku seni/media audio visual, novel & puisi. Penulis cerita film, drama tv & program non drama tv

Filmmaking

Sutradara, producer & scriptwriter

Consultant TV & Film

Menjembatani dan mengkonsultani bidang broadcast tv dan film

LITERASI & SOME OF WORK

INDEPENDENSI MEDIA


Seorang teman di salah satu media kepresidenan pernah bercerita kepada saya. Media di setiap era pemerintahan punya gaya dan ciri masing-masing, kebetulan teman saya ini telah malang melintang menjadi langganan wartawan kepresidenan dari era SBY hingga era Jokowi. Dan ia bercerita, yang membedakan keduanya adalah sikap protektif (citra diri) yang dibangun pemerintahan. Bagaimana tidak di zaman SBY wartawan yang akan mengeluarkan berita soal SBY harus melewati edit/sensor hingga berkali-kali wajar jika kemudian SBY terlihat baik-baik saja dalam masa kepemimpinannya. Bagaimana dengan Jokowi? Ini yang paling unik, masih ingat bukan awal pemerintahan beliau mendatangi wartawan di istana dan berkongkow-kongkow. Apa kata kata beliau “Silahkan Anda sekalian bekerja secara independen, liput saya sesuka Anda. Tidak perlu takut.”

Nyatalah hari ini, wartawan dengan sikap independennya melakukan liputan tentang pemerintah hari ini semua apa adanya. Yang jelek terlihat jelek yang baik terlihat baik. Saking apa adanya nyaris tanpa sensor, semua berita tersaji juga apa adanya. Bahkan kadangkala para wartawan dibuat kalang kabut saat meliput Jokowi disemua peristiwa, bagaimana tidak semua kadang serba mendadak tanpa protokoler yang serba mengatur.

Dan apa sih independesi wartawan itu? Salah satu karateristik media adalah independen, dan ini pula yang banyak diributkan saat masa-masa pilpres ini (baca: tahun politik). Sebagai orang yang bekerja di media baik secara langsung atau pun tidak langsung, memiliki tantangan tersendiri dalam menjelaskan ini kepada kawan-kawan semua. Kita lihat, kerasnya pesta demokrasi di tahun ini pun menjadi ajang pem-bully-an bagi para media dan awaknya. Sebab mereka (masyarakat umum) mengira media tidak independen. Loh kok bisa? Padahal sebenarnya ada yang keliru dalam memaknai independen suatu media. Harus dibedakan antara independen dengan memihak (partisan), istilah yang paling tepat untuk beberapa media adalah mereka telah memihak, namun wartawan tetap bekerja secara independen.

Perlu diketahui, sifat independensi menjadikan tugas dan fungsi media massa itu adalah tidak terpengaruh atau dipengaruhi pihak mana pun juga. Bisakah media massa melakukan tugas dan fungsinya bersifat independen dalam pemberitaan kedua Paslon tahun 2019 ini. Pertanyaan ini menjadi pertanyaan banyak orang. Dan saya jawab bisa.

Tulisan ini saya buat juga dengan sikap independen pula. Begini, pakar komunikasi politik Colin Sey-mour-Ure (McQuail, 1992) mengemukakan bahwa ada beberapa tipe hubungan media dengan politik yang melahirkan sikap partisan (memihak). Pertama, hubungan organisasional yaitu media adalah organ partai yang dirancang untuk melayani kepentingan partai. Kedua, media yang bukan milik partai, tetapi editorialnya mendukung kebijakan politik tertentu. Ketiga, muncul karena kepentingan komersial.

Dari tiga tipe hubungan media dengan politik menurut Colin Seymour-Ure ketiganya berpeluang terjadi. Namun, faktor yang ketigalah yang banyak terjadi pada media massa, sebab mereka membutuhkan sokongan dana dari siapa pun, termasuk tokoh politik. Atau bisa pula terjadi pemilik media adalah aktor politik langsung, maka ada hubungan organisasional media dengan partai.

Lalu hari ini, semua berkoar-koar terutama kubu salah satu paslon mengapa media tidak independen? Padahal maksudnya adalah kenapa media memihak. Anda perlu tahu hubungan media dengan politik ada yang disebut dengan kepentingan komersial atau kepentingan dengan kebutuhan hidup sang wartawan itu sendiri. Sehingga untuk menaikkan oplah media cetak dan menaikkan “klik” kunjungan ke media online, maka seringkali wartawan dituntut untuk meliput kejadian atau peristiwa yang bisa menjual oplah dan "klik"nya secara signifikan. Mereka pun meliput dengan kejadian yang sesungguhnya, bukan rekayasa. Dan jangan mengira mereka para wartawan itu tak butuh gaji dan makan, sayangnya Anda terkadang terlalu kejam terhadap wartawan apalagi kalau sudah berbicara politik maka yang ada adalah Anda akan memojokkan media dan wartawannya.

Akhirnya sampai detik ini saya masih menganggap media masih independen dalam mencipta berita, sebab mereka menangkap, melihat dan menulis serta merekamnya tanpa ada rekayasa. Kecuali jika media itu abal-abal tak bertuan (baca: tak ada redaksional yang jelas) yang jumlahnya bahkan ribuan berseliweran hari ini.

Bagaimana apakah sudah paham soal independensi media dan wartawannya? Kalau belum mari saya ajak ngopi biar melek.

Sumber : http://harian.analisadaily.com/opini/news/menyoal-netralitas-dan-independensi-media-massa/499304/2018/02/05
https://nasional.kontan.co.id/news/istana-wartawan-dan-hari-kedua-presiden-jokowi

PRA PRODUKSI PROGRAM TELEVISI DRAMA


Tahapan selanjutnya dalam membuat produksi program tv format drama adalah :

2. MEMBUAT WORKING SCHEDULE
Working schedule atau time table adalah jadwal tahapan kerja sejak pra produksi, produksi, hingga pasca produksi. Working schedule berisi tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh setiap kru sebagai penanggung jawab pekerjaan tersebut, dan target waktu yang harus dipenuhi sesuai jadwal. Selain itu, working schedule bisa berfungsi sebagai progress report sehingga hasil kerja setiap orang bisa terpantau.

Sebagai contoh, apa saja yang telah dilakukan, pekerjaan apa yang belum terlaksana, dan siapa penanggungjawabnya. Pembuatan working schedule yang baik adalah tentukan terlebih dahulu waktu deadline film kemudian ditarik mundur. Orang yang bertanggung jawab dalam pembuatan working schedule adalah produser dibantu oleh manager produksi.



Working schedule ini dibuat diawal setelah triangle sistem bertemu dan menyepekati genre drama televisi yang disepakati. Produser mengendalikan jalannya produksi secara keseluruhan, scriptwriter menyiapkan skenarionya dan sutradara menyiapkan kreatif pemikirannya kelak akan menjadi seperti apa drama televisi yang diinginkannya.

3. MEMBUAT SCRIPT BREAKDOWN (BREAKDOWN SHOOTING)
Script breakdown pada prinsipnya diturunkan dari script breakdown sheet. Script breakdown tersebut kemudian ditata kembali dengan urutan scene demi scene, mulai dari scene pertama hingga scene terakhir. Mungkin bisa juga disertakan teaser atau Act 0 jika memang ada. Dengan demikian, bisa dilihat kebutuhan seluruh produksi, lengkap dengan waktu pengambilan gambar dan lokasi yang digunakan. Melakukan script breakdown idealnya adalah setelah skenario/screenplay yang Anda buat benar-benar fix dan sudah tak ada revisi lagi. Lebih jelasnya seperti apa bentuk script breakdown.



Untuk membuat script breakdown, Anda membutuhkan script breakdown sheet, yakni lembaran berisi informasi tentang setiap adegan yang ada dalam film Anda. Segala keperluan shooting untuk tiap adegan diurai dalam satu lembar script breakdown sheet.

Maka dari itu sebenarnya setiap crew (departemen) bertanggung jawab membedah naskah (breakdown sheet) untuk memudahkan pekerjaan dalam membuat breakdown shooting.

FOXTROT SIX MENUJU SINEMA RASA INDONESIA BERKUALITAS


Foxtrot Six adalah film laga (genre action) Indonesia yang diputar perdana pada 21 Februari 2019. Film ini bercerita tentang kondisi Indonesia pada masa depan. Dikisahkan, seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam. Film dengan berlatar Indonesia masa depan yang sudah penuh dengan IOT (Internet Of Thing) cukup membuat saya cengang, film ini telah membuat standar tinggi di genre action ala Indonesia dengan cita rasa Indonesia. Paling tidak siapa pun yang ingin membuat film genre action versi Indonesia, Foxtrot Six akan menjadi acuan minimum.

Penyajian scene by scene ala hollywood dengan cerita yang cukup membuat penonton agak mikir, dan biasanya film jenis seperti ini banyak disuka oleh penikmat film seperti saya. Film garapan sutradara asli Indonesia yakni Randy Krompis, konon menelan bujet fantastis yang mencapai 70 miliar rupiah, wajar saja jika Foxtrot Six berambisi untuk meraih penonton masif dalam masa penayangannya. Impian ini tampaknya berhasil dicapai oleh film besutan Randy Korompis ini.

Ada beberapa berdasarkan amatan saya sebagai pecinta film dan sekaligus filmmaker. Pertama film ini sukses membuat penonton tegang banyak menampilkan adegan perkelahian serta pertempuran menggunakan senjata api. Selain itu banyak pula adegan menantang yang akan menambah ketegangan saat menyaksikan film ini. Di antaranya adalah adegan lift yang terjatuh, degan skydive, serta pertarungan antara manusia melawan robot (zaman mendatang Indonesia sudah punya robot loh..)

Yang kedua, ini yang paling saya suka Film Foxtrot Six bercerita tentang kondisi Indonesia pada rentan waktu 12 tahun ke depan. Dikisahkan, --seperti yang ada dalam sinopsis-- seorang mantan anggota marinir bersama teman-temannya berjuang menyelamatkan Indonesia dari kemiskinan dan kepemimpinan sebuah partai pemberontak yang kejam. Mereka kemudian membuat tim yang beranggotakan 6 orang. Di masa yang tak jauh dari sekarang, Indonesia diceritakan menjadi negara super power berkat kekuatan pangan yang masih bisa bertahan di tengah krisis makanan. Sayangnya, naiknya derajat Indonesia di mata dunia Internasional tak dirasakan oleh rakyat kecil, mereka masih merasakan perihnya menahan rasa lapar.

Pundi yang masuk ke Indonesia hanya bisa dirasakan oleh segelintir orang, terutama partai PIRANAS, yang menguasai sebagian besar pemerintahan Indonesia. Hal ini menyebabkan munculnya reaksi pemberontakan di berbagai daerah yang digerakkan oleh THE REFORM. Adalah Angga (Oka Antara) memiliki ide untuk bisa meredam amarah rakyat sipil. Setelah berkonsultasi dengan petinggi PIRANAS, anggota dewan yang satu ini akhirnya mendapatkan persetujuan. Ketika sedang menjalankan misi, Angga diculik oleh THE REFORM. Saat diinterogasi, Angga dipertemukan kembali dengan cinta masa lalunya, yaitu Sari (Julie Estelle).

Sejak pertemuan dengan Sari, Angga berubah pikiran dan turut serta dalam perjuangan THE REFORM untuk memperoleh keadilan. Dalam melaksanakan impiannya ini, Angga merekrut kawan lamanya di Angkatan Bersenjata. Mereka adalah Oggi (Verdi Solaiman), Bara (Rio Dewanto), Tino (Arifin Putra), dan Ethan (Mike Lewis). Dibantu oleh Spec (Chicco Jericho), sosok misterius yang mengawal perjuangan THE REFORM dari kegelapan, enam jagoan ini memulai misi mereka untuk mengakhiri tirani. Dan peretempuran sengit pun dilalui penuh laga di film tersebut.

Secara cerita memang hanya perseteruan antara jagoan dan musuh (ciri film genre action), namun bumbu seperti suspens, curiocity dan gimmick cukup melengkapi film tersebut sehingga tak menjadikan film Foxtrot Six ini menjenuhkan. 114 menit saya menonton terasa singkat sebab cukup menegangkan untuk sekelas film Indonesia.

Perlu diketahui proyek Foxtrot Six sudah dimulai pada 2015. Namun, proses syuting baru dilakukan pada 2017. Foxtrot Six ini merupakan film laga Indonesia pertama yang didukung teknologi Computer Graphics Imagery (CGI) penuh. Penggunaan CGI ini diharapkan bisa memberi hasil visual yang menarik. Tak tanggung tanggung, visual efek dan CGI untuk film ini ditangani atau dikerjakan langsung oleh Andrew Juano yang sukses dengan beberapa film seperti The Walking Dead serta Life of Pi.

Sepertinya menjadi tuan rumah di negeri sendiri akan segera terwujud, setidaknya film model Foxtrot Six akan menjadi acuan minimum bagi Anda yang ingin berkarya membuat film genre action ala Indonesia.

Diolah dari berbagai sumber.

Mahapatih Anton | Filmmaker

MENYEMAI KEDAMAIAN DI BUMI MANUSIA ala NU


Kira-kira seperti ini gambaran populasi penduduk dunia berdasarkan agama Share of world population.

Christianity
1910: 34.8%
2010: 32.8%

Islam
1910: 12.6%
2010: 22.5%

Hinduism
1910: 12.7%
2010: 13.8%

Agnosticism
1910: 0.2%
2010: 9.8%

Chinese folk religion
1910: 22.2%
2010: 6.3%

Buddhism
1910: 7.9%
2010: 8%

(World Religion Database) (lihat data ini : https://id.wikipedia.org/wiki/Agama_menurut_jumlah_penganut)
============

Data yang saya kemukakan adalah data pembanding betapa kita umat manusia ternyata memiliki ragam agama yang berbeda-beda dengan ideologi dan teologi yang berbeda-beda pula. Jika masing-masing agama saling mengeraskan paham ideologinya, maka sangat mungkin perseteruan antar umat manusia yang berbeda agama (dengan teologinya) yang berbeda itu akan terjadi sebab mereka saling mengklaim kebenaran dan menyesatkan yang lain.

Apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan umat manusia?
Walau pada akhirnya kiamat ini pasti akan tiba, tetapi yang paling penting adalah mencegah kiamat-kiamat kecil terjadi. Kiamat-kiamat kecil itu misalnya adalah bencana kemanusiaan seperti peperangan antar negara, dan ini telah menjangkiti penduduk bermayoritas muslim di Timur Tengah. Pemicu peperangan di beberapa daerah dan bahkan negara itu lebih mudah disulut dari perbedaan agama, suku, dan golongan. Yakni dengan klaim terbesarnya mereka semua sesat dan sebagian mereka "bersikeras" paling benar, dengan lontaran kata-kata "ente kafir", "ente sesat", "ente bid'ah" dan lain sebagainya. Gejala ini sudah mulai terasa di negeri ini, terutama di kota-kota besar.

Kita semua yang hidup di Indonesia bisa saja bangga dengan mayoritas muslim, tetapi lihat apakah mayoritas penduduk di dunia ini adalah muslim. Tidak bukan? Kita (muslim Indonesia) selalu merasa paling kuat sehingga kita sangat mudah mendeskritkan orang-orang selain muslim dengan sebutan "kafir" pun itu Anda tuduhkan kepada sesama muslim. Paham semacam ini sedang mengancam negeri ini, seiring makin bertambahnya kaum Wahabi di tengah-tengah kita. Mereka membid'ah-bid'ahkan amalan-amalan saudara semuslimnya dengan tanpa dalilnya atau berdalil tetapi dalilnya justru lemah.



Tujuan mereka semua sangat politis (baca: meraih kekuasaan dan kekayaan) sama sekali tidak ada upaya menyejahterakan umat manusia. Kalian bisa baca laporan-laporan pasca kekalahan ISIS, kemudian ada sebagian warga Indonesia yang kembali ke tanah air dengan segala bentuk cerita yang mereka kemukakan. Apakah dari cerita-cerita kesaksian para ex ISIS itu terdapat hal yang sejalan dengan nilai-nilai islamiyah, rasanya jauh. Pun saat saya menuliskan ini, kalian akan membantahnya dengan alasan saya ini Liberal, Sosialis, dan sebutan lain yang kalian inginkan. Hahahaha.. mblegedesh..

NU bagi saya adalah rumah masa depan bagi saudara kemanusiaan, menguatkan persaudaraan itu adalah keniscayaan. Sebab gejala-gejala terjadinya perpecahan di Negeri ini pun sangat terasa, oleh tuduhan yang dilontarkan mereka di luar NU. Saya pun tidak ingin melengkapi diri dengan klaim bahwa NU paling benar, tidak. NU hanya sedang berupaya dan selalu berusaha memberikan payung kepada siapa pun di bumi manusia ini.

Kiprah NU
Ada perubahan besar kiprah NU di negara ini, terutama era kepimpinan JKW-JK ruang NU lebih terbuka dibanding era SBY 10 tahun berkuasa dan nampak berbeda NU di masa orba. Yang perlu disesali adalah era SBY bahkan mengesampingkan peran NU, SBY takut masuk pusaran politik. Dia adalah tipikal pemimpin yang tak mau ambil resiko dan tak suka kegaduahan, sehingga perubahan dia saat memimpin tak nampaklah sebuah perubahan siginifikan.

Pada awal 2009, padahal NU sudah menawarkan konsep trilogi kebangsaan yang global yakni berupa persaudaraan sesama Muslim (ukhuwah islamiyyah), persaudaraan se-bangsa dan se-tanah air (ukhuwah wathaniyah), dan persaudaraan manusia (ukhuwah insaniyyah) sebagaimana didekralasikan Nahdlatul Ulama tahun 1984. Meskipun konsep awal trilogi ini sudah tercetus sejak tahun Muktamar NU ke 27 di Situbondo tahun 1984 dan sempat ditawarkan ke penguasa ORBA, tapilah dari dulu ORBA memang tak menyukai NU yang sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan saat itu.

Siapa dibalik penyerangan kata-kata KAFIR
Kemudian hari ini, saat NU kembali mengambil alih peran dan sekaligus menegaskan kebijakan-kebijakan yang bersifat teologis mereka kaun HTI dan IM pun menyerang. Oleh karena selama 10 tahun mereka dibiarkan, ibarat penggorengan sisa-sisa bekas menggoreng masih hangat bahkan masih panas di pusat pantat penggorengan. Wajar jika tiba-tiba kemudian JKW-JK mengakomodir semua kebutuhan NU. Sama seperti sikap para Kyai NU, Pak Jokowi merasakan ada gelagat perpecahan di NKRI ini. Menyadari semua itu buru-burulah Pak Jokowi merangkul alim ulama di NU dan Muhammadiyah sebagai upaya meredam gerakan makar yang dimotori HTI. Saya pernah dengar langsung dari para Kyai NU yang menyesalkan tindakan SBY yg membiarkan HTI, IM dan Model-model islam intoleran dibiarkan. Bahkan difasilitasi, padahal jelas sekali mereka makar ingin mendirikan negara Khilafah.

Sehingga saat kiprah NU mulai mendominasi barulah mereka yang ingin makar kebakaran jenggot bahkan jidat. Padahal tradisi NU sejak dulu hingga saat ini tidak berubah, selalu ada kajian fiqh terupdate mengikuti zaman. Kajian fiqh (bahtsul masail) di kalangan NU sangat sering dilakukan, dan kami warga Nahdliyin sudah paham itu. Lalu bagi kalian penebar intoleran marah-marah kebakaran jenggot, dengan alasan dikemukakan logika akal sehat mblegedesh.

Akhirnya yang tersisa hanya mblegedesh-nya saja. Caci maki ini itu, tapi dasar teologi mereka rata-rata rendah sehingga saat diajak berdebat yg terjadi adalah menang kalah atau kalah menang. Bukan sebagai hikmah (kebijakan etis) yang dianugerahkan Tuhan.

Mari ngopi sejenak merenungkan masa depan keberlangsungan dunia dan seisinya.

oleh : Anton Maburi

PRA PRODUKSI Program Televisi Drama


Praproduksi di sini adalah prakondisi mempersiapkan segala kebutuhan syuting baik bersifat administrasi atau pun teknik. Persiapan produksi dimaksudkan agar kerja eksekusi/produksi di lapangan lebih efisien dalam hal waktu, tenaga, dan biaya (on time on budget). Demikian juga supaya mekanisme kerja antar kru produksi menjadi lebih efektif. Ada sekitar 30an tahapan persiapan yang harus dijalankan, berikut beberapa persiapan produksi yang dilakukan.

1. MENGEMBANGKAN SKENARIO (BRAINSTORMING)
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengolah ide cerita menjadi sebuah skenario dengan beberapa tahap yang biasa dilalui agar arahnya jelas, tidak melenceng jauh dari ide dasar (basic story), dan agar kerangka ceritanya terkunci.

Selanjutnya adalah mengolah kembali skenario draft awal yang telah disetujui produser untuk kemudian dikembangkan atau pun disusutkan guna mendapatkan draft final skenario. Hal tersebut bisa dilakukan melalui beberapa kali briefing pra produksi triangle system, yakni produser, sutradara, dan penulis skenario. Salah satu tujuan pembicaraan draft final skenario adalah untuk menyesuaikan konsep produksi dengan budget yang tersedia, dengan pertimbangan durasi yang akan dihasilkan, serta kemungkinan-kemungkinan lain yang menyangkut kebutuhan dan ketersediaan pada tahap produksi berikutnya. Tahapan ini sering disebut juga dengan bedah skenario. Idealnya tahapan ini juga dihadiri oleh masing-masing kepala departemen, hal ini bertujuan agar efektifitas kerja tercapai disamping itu rasa egaliter (kekeluargaan) antar kru pun akan terjalin dengan baik.

Disarikan dari buku MENJADI BROADCASTER TV VOL. 2 (FORMAT DRAMA)

BERSAMBUNG... 

KURSUS KREATIF UNTUK ORANG-ORANG KREATIF


Pesatnya pertumbuhan industri kreatif menuntut kita semua untuk bisa mengikuti perkembangan zaman. Kita bahkan tak boleh hanya berdiam diri saja, gali potensi bakat pada bidang yang kita minati misalnya : seni audio visual. Sebagai saran, kursus di MIND 8 COURSE bisa menjadi alternatif kita untuk menggali bakat terpendam yang kita miliki.

MENGAPA HARUS KURSUS DI MIND 8 COURSE?
Hari ini berbagai program acara televisi dikemas dalam berbagai bentuk diantaranya: film, dokumenter, sinetron, reality show, variety show, talk show, komedi situasi (sitcom) dan lain-lain yang tentunya menghibur, menginformasikan, mendidik serta unik dan menarik. Namun bangsa yang begitu kaya akan keanekaragaman bentuk seni, budaya dan bahasa masih tertinggal jauh dari peradaban dunia modern yang menjunjung nilai-nilai budaya bangsa sendiri.

Media penyiarannya pun bervariasi, bahkan kita dapat menyaksikan semua program tv yang saya maksud hanya melalui YouTube Chanel dari individu-individu kreatif.

ADA JENIS KURSUS APA SAJA DI MIND 8 COURSE?
Kamu bisa memilih jenis kursus yang berbeda dengan kelas dan level yang berbeda, berikut ini penjelasannya :

BROADCAST TV
Videografi / Camera Person
Editor Video
Scriptwriter TV
Artistik TV

DIGITAL FILMMAKING
Sinematografi / Cameraman
Editor Film
Scriptwriter Film
Artistik Film

MULTIMEDIA
Animator
Motion Graphic
Fotografer
Vloger

GRAPHIC DESIGN
Graphic Designer
Web Designer
Digital Imaging

Level Kelas
Beginner
Intemediate
Professional

MORE INFO
MAHAPATIH INDONESIA 8 | MIND8 COURSE
Ruko Tran Depok Cyber Village No. 26
Jl. Raya Kalimulya Depok Jawa Barat (500M dari GDC – Grand Depok City)
Telpon 021 229 74073
Official Mind8 Corp / WA 0813 1842 4488

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat