Wednesday, 7 November 2018

Kreativitas Dalam Seni Audio Visual

Kreativitas dalam seni audio visual ini menyangkut bersamaan dengan tumbuhnya industri kreatif yang tumbuh pesat dan merupakan cikal bakal revolusi industri 4.0. Industri kreatif di Indonesia kemudian didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.

Dari definisi tersebut, pemerintah kemudian membagi industri kreatif ke dalam 14 subsektor, yakni:
1. Periklanan: jasa periklanan, termasuk produksi material iklan, kampanye relasi publik, dll.
2. Arsitektur: berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, dll.
3. Pasar barang seni: perdagangan barang-barang asli, unik, dan langka lewat galeri, lelang, dll.
4. Kerajinan: berkaitan dengan kreasi produk dari tenaga pengrajin yang tidak diproduksi massal.
5. Desain: terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, dll.
6. Fashion: terkait dengan kreasi desain pakaian, desain alas kaki, dan aksesori mode lainnya.
7. Video, film, dan fotografi: produksi video, film, dan jasa fotografi, termasuk proses distribusi.
8. Permainan interaktif: kreasi permainan komputer dan video yang bersifat hiburan, edukasi, dll.
9. Musik: kreasi/komposisi, pertunjukan, reproduksi, dan distribusi rekaman suara.
10. Seni pertunjukan: konten produksi pertunjukan, misal opera, musik teater, drama, tarian, dll.
11. Penerbitan dan percetakan: penulisan konten dan penerbitan buku, majalah, koran, jurnal, dll.
12. Layanan komputer dan piranti lunak: layanan komputer, olah data, piranti lunak, dll.
13. Televisi dan radio: kreasi konten acara, transmisi konten, station relay, dll.
14. Riset dan pengembangan: penemuan dan penerapan ilmu dan teknologi.

Pembagian dan pendefinisian di atas menjadi sangat jelas tentang siapa saja yang paling banyak berperan dalam Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) tentu adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia audio visual. Dari 14 subsektor 7 di antaranya berhubungan langsung dengan penciptaan seni audio dan visual.

Kompetensi dan keahlian yang diperlukan tidak semata untuk menjadi operator atau asisten pelaksana pada proses produksi di perusahaan media atau lembaga media audio visual, akan tetapi justru self production untuk ajang kampanye, kompetisi dan penjualan konten secara langsung. Hal ini tentu sesuai dengan tujuan awal SMK/MAK yakni menciptakan para wirausahawan muda sehingga mengubah tatanan bangsa yang konsumtif menjadi tatanan bangsa yang produktif.

Seiring digitalisasi dan konvergensi media, pilihan platform untuk konten siaran makin banyak, bervariasi dan mudah, bisa dilakukan oleh siapapun. Maraknya sosial media seperti Youtube dan juga streaming media, membuat setiap orang bisa secara mandiri menjadi broadcaster, filmmaker, clipper, animator, multimedia maker dan designer grafis. Kalian siswa-siswi SMK/MAK telah banyak melakukan penciptaan konten dengan baik karena memang sekolah kejuruan yang murni berbasis mencetak para ahli yang kompeten di bidang seni audio visual. Begitu pula pemahaman atas media analog (radio dan TV) harus dipadu dengan media digital.

Catatan pentingnya adalah bahwa konfigurasi industri seni dalam seni audio visual kini makin mengarah kepada industri konten, berbasis kreatif dan independen, tidak semata merupakan sebuah industri korporasi, maksudnya adalah industri besar yang mempunyai banyak karyawan terlebih dahulu baru melakukan kegiatan produksi. Era pemisahan antara platform radio, televisi, film, fotografi, animasi, desain komuniasi visual dan internet untuk hari ini sudah selesai, karena kini semuanya telah menyatu dalam platform digital.

Ruang lingkup seni audio visual juga bersifat holistik, intuitif berdasarkan taste [cita rasa] konten, dan telah menjadi industri audio visual yang menjanjikan dalam perkembangan ekonomi kreatif.

Oleh : Anton Mabruri (Praktisi Broadcast tv, filmmaker dan penulis)

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat