Sunday, 11 November 2018

SPIRITUALITAS AGAMA CINTA

Jika tulisan ini masih saja kamu anggap ini adalah pembelaan atas rentetan peristiwa (#JANGANSURIAHKANINDONESIA) yang belum jua reda, artinya hatimu belumlah luas seluas kalam tauhid yang telah kamu bela berjilid-jilid. Agama islam yang jika kita maknai secara kalimat kurang lebih demikian, “islam” bermakna damai atau perdamaian. Itulah mengapa sebab islam diturunkan dipaling akhir bersama kitab al quran, berbeda dengan yang sama-sama agama samawi (agama yang diturunkan dari langit) seperti yahudi dan nasrani. Islam membawa pesan damai bagi semesta alam. Kenapa islam di daratan Timur Tengah menjadi petaka (perang saudara seiman) bagi mereka, berarti islam bukan agama damai dong? Iya juga ya... hehehe...

Apa yang mereka perebutkan sebenarnya?

Tidak lain dan tidak bukan adalah soal “klaim kebenaran”, dan yang paling kentara adalah soal jatah kekuasaan, mereka saling mengklaim berebut kebenaran hingga berujung pada keonaran, mereka saling menjatuhkan satu suku dengan suku lainnya hanya ingin menguasainya. Inilah kelirunya, mereka memaknai islam bukan lagi agama damai tetapi menasbihkan diri bahwa islam agama paling benar (sebagai hipotesa awal).

Kita telusuri yuk sambil ngopi...

Dalam catatan sejarah orang-orang khawarijlah yang pertama kali memainkan islam menjadi sebuah politisasi lacur, di mana bermula pada saat Rasul selesai memenangkan peperangan dan mendapatkan harta rampasan kemudian membagi secara benar. Di anatara mereka ada yang memprotes “Rasul Anda ini tidak adil membaginya” hingga membuat Umar ibn Khatab marah dan ingin menghunuskan pedangnya sayangnya Rasul melarangnya (Al hadits). Kaum Khawarij ini berlanjut hingga zaman Ali bin Abi Thalib, semula justru khawarij ini adalah pendukung Ali bin Abi Thalib namun akhirnya menjadi penentangnya, pun hanya karena ketidak puasana kekuasaan. -- Mereka disebut Khawârij karena keluar dari ketaatan kepada pemimpin (يخرجون من طاعة الامام), kemudian meninggalkan mereka dan jamaah (تركوا الائمة وخالفوا الجماعة). Awalnya adalah protes terhadap kebijakan pemimpin seperti dilakukan Dzil Khuwaishirah kepada Nabi. Giliran berikutnya berontak terhadap pemimpin seperti dilakukan Abdullah ibn al-Kawwa’ dan gerombolannya kepada Ali RA.

Kembali kepada makna islam, pesan besar dari islam sendiri adalah damai atau perdamaian atau keselamatan, sebagaimana islam diambil dari kata “salama” yang berarti keselamatan/kedamaian. Kok kenapa kamu hanya sibuk memaksakan kebenaran kepada semua makhluk di muka bumi ini, tidak menebarkan kedamaian. Kenapa ini? Ada apa ini?

Spiritualitas Agama
Mestinya agama haruslah menjadi spirit (semangat) yang menjelma dalam laku lampah hingga lazim dikatakan spiritualitas. Kita telah sering mengatakan kepada orang yang taat beragama dengan sebuatan orang tersebut mempunyai spiritulitas yang tinggi, bisa jadi memang ia memiliki ketauhidan yang tinggi. Jika memang demikian adanya, maka semestinya pandangan hidupnya terus semangat dalam berbagai aspek kehidupan. Spirit kasih sayangnya menebar bukan sebaliknya yakni menebar kusut sayat pada hatinya, isinya hanya menebar benci dan peperangan di negeri damai ini.

Apakah yang sesungguhnya kamu perebutkan dalam agamamu?

Bila agama adalah spiritualitas final maka seharusnya kita sudah tak memerlukan apa-apa, kecuali perjumpaan kita denganNya. Tak ada lagi kemudian memaksakan kebenaran apalagi keyakinan agama, tak adalagi caci maki antar sesama, tak ada lagi ketakutan-ketakutan (misal takut nanti golongan islam ini berkurang atau misal negeri ini berubah agamanya menjadi bukan islam oleh karena jajahan negeri asing) kok ya takut sih...? Padahal bentuk ketakutan-ketakutan semua itu, sama halnya kamu tak meyakini Zat Kekuasaan Allah Rabbul ‘Izzah, kamu tak meyakini Zat Keesaan Allahu Ahad. Lalu dimana letak ketauhidan dan spiritiulitas agamamu.

Wallahu a’alam
Mari ngupi menikmati indahnya dunia menuju ridlo ilah rabbi... srrrtttt... kopi Lembang ini memang mantap.
Sumber bacaan : https://geotimes.co.id/kolom/agama/lelaki-pemrotes-nabi-dan-khawarij-zaman-now/
http://www.nu.or.id/post/read/80943/demokrasi-kaum-khawarij

Web ini dikelola oleh admin. Anton Mabruri adalah seorang Filmmaker, Broadcaster, Penulis, Designer Grafis, Motivator, Teacher, dan Manusia Biasa. Ia hanya ingin MEMPERBAIKI INDONESIA.

0 komentar:

Post a Comment

Start Work With Me

Contact Us
Mahapatih Anton
+62 8571 55 33 0 88
Kota Depok, Jawa Barat